Program Bayi Tabung Istri Ajun Perwira Belum Berhasil, Apa Sebabnya?

Ada beberapa hal yang menyebabkan program bayi tabung belum berhasil, salah satunya usia sel telur serta kualitas embrio

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
Sabtu, 07 September 2019 | 15:00 WIB
Program Bayi Tabung Istri Ajun Perwira Belum Berhasil, Apa Sebabnya?

Program Bayi Tabung Istri Ajun Perwira Belum Berhasil, Apa Sebabnya?

himedik.com - Ajun Perwira dan Jennifer Ipel membawa kabar kurang membahagiakan terkait program bayi tabung yang mereka lakukan beberapa bulan belakangan ini.

Hal ini diketahui dari vlog yang mereka unggah di kanal YouTube pada Selasa (3/9/2019) kemarin.

"Kita mau ke RSCM, guys. Mau ketemu dokter. Today, intinya kita mau tahu embrionya itu sudah lengket atau nempel (di rahim) dan berkembang. Doain ya!," tutur Jennifer.

Setelah melakukan pemeriksaan, akhirnya pasangan yang mempunyai jarak usia 17 tahun ini pun menerima hasilnya.

Sayang, keberuntungan nampaknya belum berpihak pada Jennifer dan Ajun.

Pada kertas hasil pemeriksaan tertera tulisan 'negatif', yang berarti Jennifer belum bisa mengandung buah hatinya dengan Ajun Perwira.

Hasil bayi tabung Ajun dan Jennifer (YouTube/JenJun Family)
Hasil bayi tabung Ajun dan Jennifer (YouTube/JenJun Family)

 

Melansir Nurture Fertility UK, perawatan IVF atau bayi tabung memang tidak selalu berhasil.

Ada beberapa alasan bayi tabung tidak selalu berhasil.

- Kualitas embrio

Baca Juga: Istri Ajun Perwira Hamil di Usia 48 Tahun, Hati-hati Risikonya!

Banyak embrio yang tidak dapat ditanam setelah dipindahkan ke rahim karena cacat.

Embrio yang terlihat sehat di laboratorium mungkin memiliki cacat yang menyebabkan mereka mati daripada tumbuh.

Dalam kebanyakan kasus ketika ini terjadi, itu tergantung pada embrio dan bukan uterus.

- Usia telur

Sementara usia wanita yang menjalani IVF memainkan peran besar, usia sel telur lebih penting.

Seiring bertambahnya usia seorang wanita, kualitas dan kuantitas sel telur wanita mulai memburuk. Ini akan sangat memengaruhi peluang kehamilan, baik dengan atau tanpa IVF.

- Respons dari ovarium

Kadang-kadang, indung telur wanita tidak menanggapi obat IVF sebagaimana seharusnya dan gagal menghasilkan banyak sel telur.

Untuk wanita di atas 37 tahun, atau mereka yang memiliki kadar hormon perangsang folikel tinggi, memproduksi telur yang cukup mungkin sulit. Jika ini masalahnya, kemungkinan IVF akan gagal.

- Kromosom

Embrio yang memiliki kelainan kromosom dapat mengakibatkan kegagalan IVF, apakah mereka secara alami dikandung atau dikembangkan di laboratorium.

Wanita berusia di atas 30 tahun lebih cenderung mengalami kelainan kromosom dalam telurnya, dan ini meningkat lebih jauh ketika seorang wanita mencapai usia 40-an.

×
Zoomed
TERKINI
Hipertensi kehamilan sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal....
wanita | 08:00 WIB
Mulas saat hamil adalah keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil....
wanita | 08:00 WIB
Selain untuk mengatasi nyeri haid, banyak dari obat herbal ini juga memberikan manfaat tambahan....
wanita | 08:00 WIB
Bukan hanya bermanfaat bagi ibu hamil, pemberian vaksinasi influenza juga akan berpengaruh pada bayi....
wanita | 10:00 WIB
Diabetes gestasional biasanya terjadi selama masa kehamilan hingga proses persalinan, meskipun perempuan tersebut sebelu...
wanita | 08:00 WIB