Asma pada Ibu Hamil Bisa Berbahaya untuk Bayi, Begini Cara Mengatasinya!

Risiko tersebut bisa dikelola dengan perawatan yang tepat.

Vika Widiastuti
Senin, 28 Oktober 2019 | 19:30 WIB
Ilustrasi ibu hamil (Unplash/@fomaolea)

Ilustrasi ibu hamil (Unplash/@fomaolea)

Himedik.com - Wanita hamil yang menderita asma dibedakan menjadi tiga. Hal ini menurut Asthma and Allergy Foundation of America. Tiga kategori tersebut adalah pertama, wanita yang telah mendapatkan penanganan asmanya, kedua, wanita yang merasa tidak ada yang berubah dengan asmanya, dan yang terakhir adalah wanita yang merasa penyakit asmanya bertambah buruk.

Tiga kategori tersebut memiliki tingkat keparahan yang berbeda. Yang perlu diperhatikan adalah ibu hamil yang mengalami asma akan memengaruhi bayinya.

Namun, berita baiknya adalah penyakit asma selama kehamilan bisa dikelola dengan perawatan yang tepat sehingga kemungkinan asma memengaruhi bayi bisa diminimalisasi.

Bagaimana asma bisa memengaruhi kehamilan?

Dilansir dari thehealthsite, asma bisa menjadi 10 kali lebih berbahaya ketika terjadi pada wanita hamil. Serangan asma akan menurunkan oksigen pada wanita dan bisa memengaruhi bayi.

Seorang wanita dewasa dapat bertahan hidup tanpa oksigen selama bebera menit, tetapi janin tidak. Serangan asma bisa membuat sistem pernapasan ibu bekerja dua kali lebih keras, tetapi ia juga harus berusaha keras untuk menopang bayi.

Jika asma tidak ditangani dengan baik, akan muncul beberapa komplikasi, seperti penurunan pertumbuhan, berat lahir rendah, preeklamsia (tekanan darah tinggi saat kehamilan), peningkatan risiko kelahiran prematur dan operasi caesar.

Ilustrasi asma kambuh. (Shutterstock)
Ilustrasi asma kambuh. (Shutterstock)

 

Bagaimana kehamilan memengaruhi asma?

Perubahan hormon merupakan hal yang umum terjadi pada wanita hamil. Hormon-hormon tersebut bisa memengaruhi hidung, sinus, paru-paru ibu.

Baca Juga: Mas Kawin Kurang, Suami Diam-diam Jual Ginjal Sang Istri

Tingginya kadar estrogen dalam tubuh dikaitkan dengan hidung tersumbat dan sesak napas. Seorang wanita yang mengalami asma dan tengah menanti buah hatinya harus waspada terhadap gejalanya. Dirasankan untuk segera menghubungi ahli setelah mengalami tanda pertama.

Lalu, bagaimana mengurangi risiko tersebut?

Menurut American College of Obstetricians and Gynaecologists (ACOG), kunjugan rutin ke dokter selama perawatan pranatal bisa membaga ibu dan bayi. Jika harus mengonsumsi obat, wanita hamil yang mengalami asma pun harus mengonsumsi obat yang disarankan oleh dokter agar tidak membahayakan janin.

×
Zoomed
TERKINI
Hipertensi kehamilan sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal....
wanita | 08:00 WIB
Mulas saat hamil adalah keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil....
wanita | 08:00 WIB
Selain untuk mengatasi nyeri haid, banyak dari obat herbal ini juga memberikan manfaat tambahan....
wanita | 08:00 WIB
Bukan hanya bermanfaat bagi ibu hamil, pemberian vaksinasi influenza juga akan berpengaruh pada bayi....
wanita | 10:00 WIB
Diabetes gestasional biasanya terjadi selama masa kehamilan hingga proses persalinan, meskipun perempuan tersebut sebelu...
wanita | 08:00 WIB