Wanita

Menurut WHO, Jumlah Kasus Kanker Payudara Berada di Peringkat Pertama

Jumlah kasus kanker payudara kini berada di posisi pertama jenis kanker paling umum di dunia.

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana

Ilustrasi kanker payudara. (pixabay/waldryano)
Ilustrasi kanker payudara. (pixabay/waldryano)

Himedik.com - Kanker payudara menjadi jenis kanker yang paling umum di dunia. Hal ini dinyatakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). 

Melansir dari Healthshots, kanker payudara bahkan lebih umum daripada kanker paru-paru. Faktanya, menurut Dana Penelitian Kanker Dunia tahun 2018 melihat lebih dari 2 juta kasus kanker payudara di seluruh dunia.

Sejak saat itu, jumlah kasus kanker payudara terus meningkat justru dan telah menjadi kanker nomor satu di dunia.

"Untuk pertama kalinya, kanker payudara sekarang merupakan kanker yang paling umum terjadi secara global," kata Andre Ilbawi, seorang spesialis kanker di WHO dalam pengarahan PBB menjelang Hari Kanker Dunia yang jatuh pada hari Kamis (4/2/2020).

"Kanker paru-paru adalah jenis yang paling umum selama dua dekade terakhir, tetapi sekarang berada di urutan kedua, kemudian kanker kolorektal nomer tiga," kata Ilbawi.

Ilustrasi kanker payudara
Ilustrasi kanker payudara

Ilbawi mencatat bahwa obesitas pada wanita adalah faktor risiko umum kanker payudara dan juga mendorong angka kanker secara keseluruhan.

"Seiring pertumbuhan populasi global dan harapan hidup meningkat, kanker diperkirakan akan menjadi lebih umum, meningkat menjadi sekitar 30 juta kasus baru per tahun pada 2040 dari 19,3 juta pada 2020," kata Ilbawi.

Dalam hal kanker payudara, beberapa intervensi gaya hidup bisa sangat membantu, berikut beberapa upaya pencegahan kanker payudara, antara lain:

  1. Jaga berat badan Anda
  2. Olahraga secara teratur
  3. Berhenti merokok
  4. Kurangi alkohol
  5. Fokuskan pola makan pada buah dan sayuran, serta hindari daging
  6. Hindari obat-obatan hormonal, terutama setelah menopause

Berita Terkait

Berita Terkini

wanita

Vagina Terasa Kendur? Ini Penyebabnya

Umumnya, kulit akan kehilangan kelembapan dan elastisitas seiring bertambahnya usia. Hal yang sama juga dapat terjadi pada vulva dan dinding vagina.