Tanpa Pereda Nyeri, Ibu Ini Lahirkan Bayi Seberat 5 Kg

Rata-rata berat bayi berkisar dari 2,5 - 4,5 kg.

Rauhanda Riyantama | Yuliana Sere
Sabtu, 15 Desember 2018 | 09:00 WIB
Tanpa Pereda Nyeri, Ibu Ini Lahirkan Bayi Seberat 5 Kg

Tanpa Pereda Nyeri, Ibu Ini Lahirkan Bayi Seberat 5 Kg

himedik.com - Melahirkan menjadi saat yang menyenangkan sekaligus menegangkan bagi para ibu.

Senang bahwa sebentar lagi sang buah hati akan hadir, namun tidak bisa ditutupi jika pasti ada ketakutan yang terlintas di saat ini.

Di saat ini, biasanya para ibu akan diberikan suntikan pereda nyeri untuk mengurangi rasa sakit.

Namun berbeda dengan apa yang dialami Nikki Bell. Ia melahirkan bayi dengan berat 5 kg tanpa pereda nyeri.

Seperti yang kita tahu, berat rata-rata seorang bayi ketika dilahirkan adalah 3,5 kg. Sedangkan batas wajarnya berada pada rentang 2,5 - 4,5 kg.

Nikki Bell, wanita asal Syned, Australia ini baru-baru melahirkan anak laki-laki yang ia beri nama Parker.

Ia melahirkan tanpa bantuan penghilang rasa sakit. Dengan berat bayi seperti itu, Pihak rumah sakit Blacktown Hospital pun menganggap ini merupakan rekor bayi terbesar yang pernah ada.

Nikki Bell dan Parker
Nikki Bell dan Parker

 

''Ini merupakan kelahiran alami tanpa komplikasi,'' ungkap Blacktown Midwifery Group.

'Kami senang Parker dan ibunya dalam keadaan baik,'' ungkap pihak rumah sakit.

Baca Juga: Deretan Diet yang Populer Sepanjang Tahun 2018

Sebagai informasi, bayi yang lahir dengan berat badan berlebih disebut juga dengan makrosomia.

Bayi yang tergolong makrosomia umumnya lahir dengan berat badan lebih dari 4,5 kg.

Ibu hamil yang mengalami diabetes, atau memiliki kelebihan berat badan atau obesitas, berisiko melahirkan bayi dengan berat badan di atas batas normal.

Janin dengan berat badan berlebih di dalam kandungan bisa menyebabkan gangguan pada proses persalinan, misalnya kehilangan darah, perineum robek, atau tulang ekor rusak.

Meski jarang terjadi, bayi yang berukuran besar juga dapat mengalami distosia atau bagian pundak bayi tersangkut di tulang kelamin saat persalinan, sehingga dapat menyebabkan tulang leher bayi patah.

Penting untuk ibu hamil terus memantau kesehatan janin dengan rutin memeriksakan kandungan.

×
Zoomed
TERKINI
DBD bisa menyerang siapa saja, di mana saja terlepas dari tempat tinggal, usia, atau gaya hidup....
anak | 10:39 WIB
Issa Xander cuma punya paspor Amerika Serikat....
anak | 10:00 WIB
Ketidakseimbangan pada hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid dapat terjadi akibat pola makan yang tidak sehat....
anak | 07:00 WIB
Di Indonesia tak ada vaksin khusus HMPV seperti halnya vaksin covid-19 dan semacamnya....
anak | 10:00 WIB
Penelitian menyatakan bahwa pola makan rendah asupan serat merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko te...
anak | 07:00 WIB