Kabar Baik, FDA Setujui Vaksin Baru untuk Anak

Vaksin tersebut untuk mengimunisasi anak-anak terhadap 6 penyakit yang sebelumnya sudah ada vaksinnya.

Vika Widiastuti | Dwi Citra Permatasari Sunoto
Kamis, 03 Januari 2019 | 06:00 WIB
Ilustrasi vaksin. (pixabay/whitesession)

Ilustrasi vaksin. (pixabay/whitesession)

Himedik.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah menyetujui vaksin baru bagi anak-anak untuk melawan penyakit difteri, tetanus, pertusis (yang juga dikenal sebagai batuk rejan), hepatitis B, polio, dan penyakit invasif yang disebabkan oleh Haemophilus influenzae tipe b, yang terkadang dikenal sebagai Hib.

Melansir  WebMD, vaksin ini diperuntukkan bagi anak-anak berusia 6 minggu hingga 4 tahun, yang semuanya membutuhkan rangkaian hingga tiga dosis. Keenam penyakit yang tercakup oleh vaksin baru ini adalah bagian dari “14 Penyakit yang Hampir Anda Lupa (Terima Kasih Vaksin)” yang dikategorikan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dan masing-masing sudah dilindungi oleh vaksin lain yang sudah ditetapkan.

Meskipun vaksin sudah tersedia, beberapa penyakit terus menginfeksi anak-anak, contohnya batuk rejan. CDC mengungkapkan, sebanyak 15.000 hingga 50.000 kasus batuk rejan telah dilaporkan setiap tahun sejak tahun 2010.

Terlepas dari jenisnya, vaksin merupakan 'senjata' biologis yang digunakan untuk membantu sistem kekebalan tubuh manusia untuk melawan penyakit. Vaksin terbuat dari mikroba penyebab penyakit yang telah mati atau dilemahkan, atau dari agen yang mengandung protein atau racun tertentu.

Cara kerjanya adalah dengan meniru terjadinya infeksi penyakit yang menyerang. Jadi, dengan pemberian vaksin, risiko terserang penyakit bisa menurun.

Sayangnya, masih banyak orangtua yang enggan memberikan vaksin untuk anaknya dengan alasan beragam. Mulai dari karena bahan pembuatnya yang menuai kontroversi dan lain sebagainya.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
DBD bisa menyerang siapa saja, di mana saja terlepas dari tempat tinggal, usia, atau gaya hidup....
anak | 10:39 WIB
Issa Xander cuma punya paspor Amerika Serikat....
anak | 10:00 WIB
Ketidakseimbangan pada hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid dapat terjadi akibat pola makan yang tidak sehat....
anak | 07:00 WIB
Di Indonesia tak ada vaksin khusus HMPV seperti halnya vaksin covid-19 dan semacamnya....
anak | 10:00 WIB
Penelitian menyatakan bahwa pola makan rendah asupan serat merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko te...
anak | 07:00 WIB