Anak

Seorang Ibu Dihujat karena Menyusui Anaknya yang Berusia 7 Tahun

Lisa Bridger (46) mengungkapkan bahwa dia masih menyusui kedua anaknya yang berusia 4 dan 7 tahun.

Vika Widiastuti | Dwi Citra Permatasari Sunoto

Ilustrasi susu bayi. (pixabay/Foundry)
Ilustrasi susu bayi. (pixabay/Foundry)

Himedik.com - ASI mengandung banyak nutrisi yang berperan penting dalam tumbuh kembang bayi dan komposisinya lebih mudah dicerna dibandingkan susu formula.

Berdasarkan saran WHO, menyusui dimulai dari satu jam setelah bayi dilahirkan dan pemberian ASI eksklusif dilakukan selama 6 bulan pertama. Setelah itu, pemberian ASI bisa disertai dengan MPASI hingga bayi berusia 2 tahun.

Namun, bagaimana jika ibu menyusui anaknya yang berusia di atas 2 tahun bahkan 5 tahun?

Melansir dari The Sun, pada Juni tahun lalu Lisa Bridger (46), mengungkapkan dalam laman Kidspot bahwa ia masih menyusui putranya yang autis, Chase (7) dan adiknya, Pheonix (4) yang juga autis.

Sejak hal itu diketahui publik, ia banyak menerima hujatan seperti menyebutnya sebagai pedofil dan orang 'sakit'. Ibu dari Australia itu mempertahankan pilihannya dan mengatakan bahwa menyusui menenangkan mereka.

Sejak dia dibombardir dengan komentar-komentar kejam yang mengatakan bahwa dia merusak anaknya dan bahkan menuduhnya melakukan pelecehan dan melakukan hal tak senonoh pada anak, Lisa menulis surat terbuka yang diunggah ke laman Kidspot kemarin (21/01/18).

Dalam surat terbuka itu Lisa mengatakan bahwa dia akan terus menyusui Chase sampai ia tidak lagi menginginkannya, bahkan jika ia tidak memiliki autisme.

Susu sumber vitamin D. (pixabay)
Susu sumber vitamin D. (pixabay)

 

"Kepada orang dewasa yang berkomentar bahwa aku sakit dan perlu mendapatkan bantuan, tidak ada yang salah secara mental denganku, aku hanya melakukan apa yang seharusnya seorang ibu lakukan," tulisnya.

"Ini bukan tindakan seksual, aku bukan seorang pedofil yang dikatakan oleh beberapa orang."

"Anakku sangat mandiri, percaya diri, tidak cacat. Teman-teman dan rekan seusianya tidak ada yang mengejek karena mereka telah dididik dengan fakta bahwa apa yang dia lakukan tidak apa-apa."

"Melihat kalian semua orang dewasa mem-bully dan mencaci makiku, membuatku tahu apa yang perlu aku lakukan untuk kenyamanan kalian, kenyamanan anakku yang utama, aku bisa melihat mengapa begitu banyak anak mem-bully dewasa ini."

Dia menambahkan bahwa putranya menggunakan cangkir untuk minum, makan secara normal, meskipun dia pilih-pilih, dan berpakaian sendiri. Menurut Lisa itu adalah bukti, bahwa memperpanjang masa menyusui tidak memperlambat perkembangannya.

"ASI mengandung beberapa hal luar biasa, antibodi, sel darah putih, vitamin yang diproduksi dan ditransfer oleh tubuhku, dan tidak ada nutrisi yang hilang begitu saja karena ia lebih tua. Menyusui menawarkan kenyamanan dan keamanan kepadanya," imbuhnya.

Lebih lanjut Lisa mengatakan bahwa dia akan berhenti menyusui ketika gigi susu anaknya terlepas. Dia juga mengungkapkan bahwa hanya menyusui anaknya pada malam hari atau untuk membantu mengembalikan keadaan setelah bertengkar, meskipun terkadang anaknya lebih suka pelukan.

"Saya tidak membutuhkan seorang pria, itu bukan tindakan seksual, kalian tidak bisa memaksa bayi atau balita atau anak yang lebih besar untuk menyusu, sebenarnya aku siap untuk menyapihnya kapan pun karena terkadang aku juga berhenti melakukan itu," tutupnya.

Melihat hal di atas sebenarnya hal itu tidak menjadi masalah besar, hanya saja menurut penelitian yang dilakukan oleh Benjamin Chaffee, bayi yang menyusu lebih dari 2 tahun berpotensi mengalami pembusukan gigi.

Namun, mungkin hal itu tidak mutlak terjadi pada kasus di atas karena Lisa hanya menyusui anaknya pada waktu-waktu tertentu.

Berita Terkait

Berita Terkini