Anak

Terserang Flu, Bocah 12 Tahun Meninggal setelah Opname

Flu berbeda dengan pilek dan bisa mematikan.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana

Ilustrasi anak sakit flu - (Pixabay/Myriams-Fotos)
Ilustrasi anak sakit flu - (Pixabay/Myriams-Fotos)

Himedik.com - Penyakit flu ternyata bisa mematikan. Hal itu terbukti pada seorang bocah 12 tahun yang meninggal akibat komplikasi flu setelah opname.

Diberitakan The Milford Daily News, Kamis (31/1/2019), Ketua DPRD Milford Michael Walsh mengatakan, Aaron Zenus (12) meninggal pada Rabu malam karena komplikasi flu. Kematian siswa kelas tujuh di SMP Stacy itu adalah kasus fatal pertama terkait flu anak di Massachusetts tahun ini.

Sebelumnya ia telah dirawat di rumah sakit di Milford Regional Medical Center karena flu. Ketika hari keempat opname, tepatnya pada Rabu malam, dia meninggal.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, influenza, yang juga dikenal sebagai flu, adalah penyakit pernapasan menular yang disebabkan oleh virus flu. Virus ini bisa menyebabkan penyakit yang ringan hingga berat dan kadang-kadang dapat menyebabkan kematian.

Ilustrasi demam - (Pixabay/guvo59)
Ilustrasi demam - (Pixabay/guvo59)

 

Flu berbeda dari pilek. Flu biasanya datang tiba-tiba. Orang yang menderita flu sering merasakan beberapa atau semua gejala berikut ini:

Pada anak-anak: Napas cepat atau kesulitan bernapas, warna kulit kebiruan, kurang minum, tidur terus dan tidak berinteraksi dengan siapa pun, menjadi sangat mudah tersinggung sehingga tak mau digendong, gejala seperti flu membaik tetapi kemudian kembali lagi dengan demam dan batuk yang parah, dan demam dengan ruam.

Pada orang dewasa: Kesulitan bernapas atau sesak napas, merasakan nyeri atau tekanan di dada atau perut, tiba-tiba pusing, kebingungan, muntah yang parah atau terus-terusan, serta gejala mirip flu membaik tetapi kemudian kembali lagi dengan demam dan batuk yang parah.

Selain tanda-tanda di atas, segera cari bantuan medis untuk bayi yang memiliki gejala-gejala flu ini: tak bisa makan, sulit bernapas, tidak ada air mata saat menangis, dan popok sangat jarang basah dibanding hari-hari biasanya.

Berita Terkait

Berita Terkini