Anak

Moms Wajib Baca, 7 Hal Penting yang Perlu Kamu Tahu tentang Menyapih

Begini cara menyapih yang benar.

Vika Widiastuti | Yuliana Sere

Ilustrasi menyusui (Pixabay/badarsk)
Ilustrasi menyusui (Pixabay/badarsk)

Himedik.com - Menyapih adalah sesuatu yang sangat emosional. Pendekatan serta waktu yang lebih lama menjadi beberapa faktor yang menantang dalam menyapih.

Annabel Karmel, penulis buku Panduan untuk Memberi Makan Bayi dan Balita mengembangkan beberapa keahlian khusus di bidang ini, dilansir dari mirror.

Berikut hal yang perlu kamu perhatikan tentang menyapih, menurut Annabel Karmel.

1. Waktu yang tepat

ASI atau susu formula menyediakan semua nutrisi yang dibutuhkan bayi selama enam bulan pertama. Saat bayi mulai disapih, kamu dapat mencoba memberikan makanan padat sederhana.

Meski begitu, jangan menyapih bayi sebelum berumur 17 minggu karena sistem pencernaannya yang belum sempurna.

2. Tanda-tandanya

Jika kamu melihat tanda-tanda bayi lebih lapar dari biasanya bahkan setelah menyusui misalnya bangun di malam hari atau dapat menopang kepala dan leher dengan baik ketika dalam posisi duduk, itu mungkin merupakan indikator bahwa mereka siap untuk makan makanan padatan.

Ilustrasi bayi minum susu (Pixabay/StockSnap)
Ilustrasi bayi minum susu (Pixabay/StockSnap)

 

3. Jika bayi menolak

Insting seorang ibu sangat kuat, jadi jika kamu merasa dia siap, kamu mungkin benar.

Jika dia tampaknya tidak tertarik setelah beberapa upaya, kamu dapat meninggalkannya beberapa hari lagi dan kemudian coba lagi. Pastikan dia sedikit lapar, tetapi tidak begitu lapar.

Kamu mungkin perlu memberinya sedikit susu untuk menghilangkan rasa lapar terlebih dahulu. Penting untuk tidak terburu-buru dan mengikuti kecepatan bayi.

4. Detail tentang makanan padatan

Di awal menyapih, jangan berharap bayi bisa makan banyak makanan padat. Namun penting diingat bahwa bayi berusia antara enam dan 12 bulan masih harus minum susu 500 hingga 600ml sehari.

ASI atau susu formula harus diberikan sebagai susu utama bayi karena lebih kaya vitamin dan zat besi daripada susu sapi. Namun kamu bisa memberikan susu sapi dengan sereal selama enam bulan.

Gunakan susu penuh lemak karena kalori akan membantu mendorong pertumbuhan bayi dan mungkin mulai memberikan susu mereka dalam cangkir.

Bayi makan buah. (Pixabay/3217138)
Bayi makan buah. (Pixabay/3217138)

 

5. Hal yang harus dihindari

Bayi di bawah 12 bulan tidak boleh makan makanan mengandung garam atau gula. Makanan lain yang harus dihindari termasuk kerang, makanan asap, keju lembut dan madu.

Telur dapat dimakan bayi saat usia enam bulan selama itu matang sampai ke dalam. Kacang-kacangan dan biji-bijian harus dihindari, kecuali jika itu adalah selai kacang halus yang boleh dimakan setelah enam bulan jika tidak ada riwayat alergi keluarga.

6. Tahap pertama makan makanan padat

Mulailah dengan sayuran yang mudah dicerna dan tidak memicu reaksi alergi. Cara terbaik untuk memasak agar nutrisinya tetap ada adalah dengan mengukusnya sehingga teksturnya lembut.

Ubi jalar bisa menjadi pilihan karena memiliki rasa manis alami yang serupa dengan ASI.

Pilih buah-buahan yang sudah matang dan memiliki rasa yang enak, jadi cobalah mencicipinya dahulu sebelum memberikannya kepada bayi.

Buah pertama yang baik untuk bayi adalah apel dan pir yang bisa dikukus. Ada juga beberapa buah-buahan seperti pisang, alpukat dan pepaya yang bisa ditumbuk dengan garpu. Kamu juga bisa mengombinasikan beberapa buah sekaligus.

Ilustrasi bayi menangis (pixabay)
Ilustrasi bayi menangis (pixabay)

 

7. Tahap kedua

Antara enam dan sembilan bulan (ketika sistem pencernaan bayi sudah baik) kamu dapat mulai meningkatkan jumlah dan variasi makanan yang kepada bayi.

Bayi berkembang cukup pesat pada tahap ini, jadi ini adalah peluang untuk membantu mereka mengunyah dengan baik dan saat yang tepat untuk memperkenalkan protein seperti daging dan ikan.

Mulailah dengan mengiris sayuran sedikit lebih tebal. Hindari garam, gula, dan madu, tetapi bumbui dengan bawang putih dan rempah.

Ayam adalah daging yang ideal karena menyatu dengan baik dengan sayuran dan buah-buahan. Ini juga dikemas dengan protein dan vitamin B12 untuk membantu bayi tumbuh.

Ikan seperti salmon juga sangat penting karena memberikan asam lemak esensial yang dibutuhkan untuk membantu otak, sistem saraf, dan penglihatan bayi.

Berita Terkait

Berita Terkini