Anak

Gara-gara Diberi Jus Campur Madu 2 Kali Sehari, Bayi Ini Meninggal

Kronologi awalnya, bayi tersebut mengalami batuk biasa.

Vika Widiastuti | Shevinna Putti Anggraeni

Ilustrasi bayi meninggal - (Pixabay/TanteTati)
Ilustrasi bayi meninggal - (Pixabay/TanteTati)

Himedik.com - Akibat asal-asalan diberi minuman oleh orang tuanya, seorang bayi laki-laki berusia 6 bulan di Adachi, Tokyo meninggal dunia. Bayi tersebut meninggal akibat botulisme.

Botulisme merupakan kondisi keracunan serius karena racun dari bakteri clostridium botulinum. Bakteri tersebut masuk ke saluran pencernaan bayi dan mengkolonisasi usus sebelum bakteri simbion berkembang di dalamnya.

Berdasarkan data pemerintah metropolitan dilansir dari japantimes.co.jp, kasus bayi meninggal karena botulisme merupakan pertama kalinya di Jepang sejak 1986.

Para ahli pun menegaskan bahwa bayi di bawah usia 1 tahun seharusnya tidak diberi minuman madu seperti bayi laki-laki usia 6 bulan yang bernasib malang ini.

Kronologi awalnya, bayi tersebut mengalami batuk biasa. Setelah 4 hari, bayi tersebut dilarikan ke rumah sakit karena mengalami kejang-kejang hingga gagal pernapasan.

Ilustrasi madu (Shutterstock)
Ilustrasi madu (Shutterstock)

 

Delapan hari pemeriksaan di rumah sakit, bayi 6 bulan itu divonis menderita botulisme. Setelah ditelusuri penyebab kasusnya, ternyata orang tua selalu memberi bayi tersebut jus campuran madu sebanyak dua kali sehari sejak usianya masih 1 bulan.

Padahal bayi di bawah 1 tahun tidak seharusnya diberi minuman selain ASI, terlebih madu. Sebab, madu itulah yang menyebabkan bayi 6 bulan ini merenggang nyawa.

Petugas menemukan bakteri clostridium botulinum yang menyebabkan bayi 6 bulan meninggal itu ada di wadah madu yang tidak tersegel baik dan di kotoran bayi itu sendiri.

Karena itu, tim medis menyimpulkan bahwa bayi 6 bulan ini meninggal dunia karena keracunan atau botulisme. Apalagi banyak kasus madu berisiko menyebabkan keracunan botulisme.

Sedangkan botulisme pada bayi sangat mungkin dan mudah terjadi karena bayi baru lahir belum memiliki sistem pencernaan yang matang sehingga bakteri yang ditelan bisa menghasilkan racun dalam ususnya.

Berita Terkait

Berita Terkini