Awas! Makanan Tinggi Kalori Bisa Ganggu Kesehatan Otak

Makanan cepat saji bisa 'menggerogoti' otak, apalagi ditambah lagi dengan kebiasaan kurang olahraga.

Vika Widiastuti
Jum'at, 14 Juni 2019 | 08:00 WIB
Awas! Makanan Tinggi Kalori Bisa Ganggu Kesehatan Otak

Awas! Makanan Tinggi Kalori Bisa Ganggu Kesehatan Otak

himedik.com - Apa yang kita konsumsi ternyata tak hanya memengaruhi kesehatan badan, tetapi juga otak. Makanan berkalori tinggi baru-baru ini disebut bisa memperburuk kesehatan otak

Hal ini diungkap dalam sebuah studi di Australia yang diterbitkan baru-baru ini. "Dibanding dengan 50 tahun yang lalu, orang saat ini mengonsumsi rata-rata sekitar 650 kilo kalori ekstra tiap hari, yang setara dengan makanan cepat saji, seperti burger, kentang goreng, dan minuman ringan," kata penulis utama dalam studi ini, Nicolas Cherbuin dari the Australian National University (ANU).

Cherbuin, yang merupakan profesor di Pusat Penelitian Penuaan, Kesehatan, dan Kesejahteraan ANU mengungkapkan dalam sebuah pernyataan, makanan cepat saji bisa 'menggerogoti' otak, apalagi ditambah lagi dengan kebiasaan kurang olahraga.

"Kami telah menemukan bukti kuat bahwa kebiasaan makan yang tidak sehat dan kurang olahraga dalam jangka panjang bisa meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2 dan penurunan fungsi otak yang signifikan seperti demensia dan penyusutan otak," katanya dilansir dari thehealthsite.

Laporan berita Efe menyebutkan, menurut penelitian 30 pesen populasi orang dewasa mengalami obesitas, 10 persen lainnya akan menderita diabetes tipe 2 pada tahun 2030.

Ilustrasi makanan cepat saji, junk food, burger. (Shutterstock)
Ilustrasi makanan cepat saji, junk food, burger. (Shutterstock)

 

Menurut pakar, hubungan antara diabetes tipe ini dan penurunan fungsi otak sudah lama diketahui. Akan tetapi, penelitian ini menunjukkan bahwa hilangnya neuron dan fungsinya dimulai lebih awal dan menunjukkan hubungan yang jelas antara kemunduran otak dan gaya hidup tidak sehat.

Ahli pun mengingatkan masyarakat untuk memperbanyak asupan makanan sehat untuk mengurangi risiko masalah otak, termasuk demensia. Sebab, akan terlambat jika menyadarinya saat berusia 60-an tahun.

"Kerusakan yang sudah cukup banyak tidak dapat dipulihkan ketika seseorang mencapai usia paruh baya. Jadi kami mendesak semua orang untuk konsumsi makanan sehat sejak awal," pungkas Cherbuin.

Baca Juga: Biasa Minum Susu Sebelum Tidur? Ternyata Ini Kelebihan dan Kekurangannya

×
Zoomed
TERKINI
Ada beberapa penyebab kelumpuhan wajah yang perlu Anda ketahui dan waspadai....
pria | 08:00 WIB
Sebelum terjadi saraf kejepit, solusi terbaik melakukan pencegahan....
pria | 07:00 WIB
Ketika kandung kemih terasa penuh dan sudah muncul keinginan buang air kecil, maka sebaiknya segera ke kamar mandi...
pria | 07:00 WIB
Benarkah konsumsi telur dapat meningkatkan risiko mengembangkan bentuk kanker prostat?...
pria | 09:24 WIB
Bahkan kandungannya lebih tinggi tiga kali lipat dibanding testis hewan dan plasenta manusia....
pria | 10:55 WIB