Anak

Alami Kondisi Langka, Leher Gadis 10 Tahun Ini Bengkok 90 Derajat ke Kiri

Gadis 10 tahun ini alami kondisi langka, tulang lehernya menjadi bengkok 90 derajat setelah jatuh ke tanah saat usia 8 bulan

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah

Ilustrasi leher. (Pixabay/osteoclinic)
Ilustrasi leher. (Pixabay/osteoclinic)

Himedik.com - Kondisi langka dialami seorang gadis bernama Afsheen Qumbar yang tahun ini berusia 10 tahun. Kondisi langka ini adalah lehernya secara permanen bengkok pada sudut 90 derajat ke kiri

Gadis asal Pakistan ini memiliki kelainan otot yang membuatnya tidak dapat menegakkan kepalanya seperti kebanyakan orang.

Hal ini membuatnya tidak bisa berdiri atau berjalan dengan benar dan terbatas pada posisi duduk.

Ayahnya Allah Jurio (55) dan ibunya Jameelan (50) mengatakan mereka telah berkonsultasi dengan beberapa dokter, tetapi mereka mengatakan perawatan untuk kondisi seperti itu tidak tersedia di Mithi, provinsi Singh Pakistan.

"Sangat menyedihkan melihat putri saya seperti ini. Saya tidak bisa melihatnya menderita lagi. Tidak ada dokter di sini yang bisa mendiagnosis kondisinya," ujar Jameelan, melansir Mirror.

"Mereka telah menyarankan kami untuk membawanya ke Pusat Medis Pascasarjana Jinnah di Karachi. Tetapi kami tidak memiliki uang atau sumber daya ke rumah sakit yang lebih besar untuk perawatan," sambungnya.

Nyeri atau tegang pada leher belakang. (Shutterstock)
Nyeri atau tegang pada leher belakang. (Shutterstock)

 

Afsheen terlahir sebagai bayi normal seperti enam saudaranya yang lain, tetapi hidupnya berubah setelah ia mencapai usia delapan bulan.

"Ketika dia berusia delapan bulan, dia jatuh ke tanah saat bermain di luar rumah dan lehernya sakit. Kami awalnya mengabaikan kondisinya dan karena kekurangan uang, kami biasa membawanya ke penyembuh setempat, tetapi kondisinya tidak pernah membaik," lanjutnya lagi.

Seiring bertambahnya usia kondisi Afsheen justru makin parah. Dia sama sekali tidak dapat menegakkan kepalanya dan sering mengeluh sakit leher.

"Dia tidak bisa melakukan apa pun sendirian dan butuh bantuan dalam segala hal. Dia hanya duduk di sudut dan sesekali bermain dengan saudara kandungnya," tambah ibunya.

Kondisi Afsheen yang tidak biasa telah membuatnya hidup terisolasi karena tidak ada yang dekat dengannya.

Anak-anak takut padanya dan orang dewasa percaya kondisinya adalah akibat dari dosa. Dia tidak pergi ke sekolah dan satu-satunya teman adalah saudara kandungnya.

Dokter percaya Afsheen menderita kasus kelainan otot yang jarang terjadi atau anomali di tulang belakang, tetapi mereka menyarankan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk tahu penyebabnya.

Berita Terkait

Berita Terkini