Ibu Tak Memberi Obat Resep Dokter, Balita 4 Tahun Meninggal karena Flu

Atas saran dari kelompok 'anti vaksinasi' di Facebook, sang ibu memutuskan untuk tidak memberi anaknya obat flu.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Rabu, 12 Februari 2020 | 13:00 WIB
Ibu Tak Memberi Obat Resep Dokter, Balita 4 Tahun Meninggal karena Flu

Ibu Tak Memberi Obat Resep Dokter, Balita 4 Tahun Meninggal karena Flu

himedik.com - Balita berusia 4 tahun asal Colorado meninggal setelah beberapa hari menderita flu. Sebelum meninggal, balita tersebut dalam kondisi parah lantaran sang Ibu tidak memberinya obat yang diresepkan dokter, Tamiflu.

Alih-alih menggunakan obat dokter, sang Ibu justru merawat putranya yang demam 38,8 derajat Celcius dengan pemberian ASI, dan 'solusi alami' lainnya.

Dilansir Insider, sang Ibu melakukannya atas saran dari orang-orang yang termasuk dalam kelompok anti-vaksinasi di Facebook.

"Ya, itu menakutkan, dokter mengatakan kepadaku untuk memberikan dua anakku yang lain dan diriku sendiri obat itu agar aku tidak tertular," tulis sang Ibu dalam kolom komentar di Facebook.

Beberapa hari kemudian putranya dilarikan ke rumah sakit dan didiagnosis menderita komplikasi akibat flu yang menyebabkannya meninggal.

Ilustrasi anak sakit (Shutterstock)

Tamiflu merupakan obat oral yang umum diresepkan pada pasien yang memiliki gejala awal flu untuk mencegah penyakit dalam jangka panjang dan dampak virus, seperti demam tinggi, batuk, serta kedinginan.

Menurut WebMD, obat ini bekerja dengan menghentikan pertumbuhan virus daripada memberantasnya. Inilah yang membuatnya penting untuk dikonsumsi pada masa awal virus menyerang.

Obat ini juga telah terbukti efektif dalam menghentikan penyebaran flu dan direkomendasikan untuk orang yang telah terpapar dan mungkin belum memiliki gejala, seperti anggota keluarga satu rumah.

Meski Tamiflu dapat menurunkan gejala flu, bukan berarti obat ini dapat menggantikan vaksin. Vaksin tetap menjadi hal yang penting.

Insiden ini terjadi pada Rabu (5/2/2020) pekan lalu. Kita dapat bejalar dari kasus ini untuk tidak mengabaikan nasihat dokter dan menggunakan metode pengobatan lain yang belum tentu terbukti secara ilmiah.

Baca Juga: China Umumkan Wabah Penyakit Lagi, Kali Ini Flu Burung H5N1

 
×
Zoomed
TERKINI
DBD bisa menyerang siapa saja, di mana saja terlepas dari tempat tinggal, usia, atau gaya hidup....
anak | 10:39 WIB
Issa Xander cuma punya paspor Amerika Serikat....
anak | 10:00 WIB
Ketidakseimbangan pada hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid dapat terjadi akibat pola makan yang tidak sehat....
anak | 07:00 WIB
Di Indonesia tak ada vaksin khusus HMPV seperti halnya vaksin covid-19 dan semacamnya....
anak | 10:00 WIB
Penelitian menyatakan bahwa pola makan rendah asupan serat merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko te...
anak | 07:00 WIB