Pandemi Corona Bisa Membuat Anak Stres, Kenali 5 Gejalanya

Para orangtua pun kewalahan karena krisis global yang panjang akan ikut memengaruhi mental anak-anak.

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Kamis, 09 April 2020 | 07:40 WIB
Ilustrasi anak laki-laki murung. (Pixabay)

Ilustrasi anak laki-laki murung. (Pixabay)

2. Perubahan Nafsu Makan

"Nafsu makan dan tidur anak sering kali merupakan tanda pertama ketika ada sesuatu yang tidak beres," kata Natasha Daniels, seorang terapis anak.

"Seringkali seorang anak akan menunjukkan peningkatan tajam atau penurunan nafsu makan saat stres," tambahnya pada Huffpost.

3. Masalah Tidur

Melansir dari Huffpost, gangguan tidur sering terjadi pada masa-masa sulit, sehingga anak-anak dapat mengalami insomnia, mimpi buruk, terbangun di malam hari atau ketidakteraturan lainnya.

Ilustrasi kompetisi untuk anak-anak. (Shutterstock)
Ilustrasi anak-anak. (Shutterstock)

4.Pergeseran Suasana Hati

Anak-anak yang mengalami kegelisahan biasanya akan mengalami perubahan suasana hati yang signifikan. Menurut psikolog klinis John Mayer, beberapa perilaku yang harus diwaspadai adalah ledakan kemarahan, menangis tiba-tiba, murung, hingga kehilangan minat pada kegiatan favorit.

5. Lebih Banyak Bertanya

Menurut psikolog Genevieve von Lob, anak-anak yang cemas akan lebih banyak bertanya sebagai tanda meminta kepastian.

"Orang tua juga mungkin menemukan bahwa anak-anak mereka lebih gelisah pada waktu tidur dan takut ditinggal sendirian," kata von Lob.

Baca Juga: Studi: Kombinasi Obat Anti-Malaria dan Diabetes Bisa Menjadi Racun

Apa pun perubahan suasana hati atau perilaku yang terjadi, penting bagi orangtua untuk memahami anak dengan membuat dialog yang terbuka. Perlu juga untuk melatih kesabaran, membangun rutinitas baru, hingga lakukan komunikasi virtual dengan teman.

"Meskipun perubahan perilaku ini biasa terjadi pada peristiwa yang membuat stres seperti Covid-19, ini tidak berarti bahwa tidak ada yang harus dilakukan," kata Gurwitch.

"Orang tua dan pengasuh memiliki peran penting untuk membantu anak-anak beradaptasi dengan kebiasaan baru," tambahnya.
 

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
DBD bisa menyerang siapa saja, di mana saja terlepas dari tempat tinggal, usia, atau gaya hidup....
anak | 10:39 WIB
Issa Xander cuma punya paspor Amerika Serikat....
anak | 10:00 WIB
Ketidakseimbangan pada hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid dapat terjadi akibat pola makan yang tidak sehat....
anak | 07:00 WIB
Di Indonesia tak ada vaksin khusus HMPV seperti halnya vaksin covid-19 dan semacamnya....
anak | 10:00 WIB
Penelitian menyatakan bahwa pola makan rendah asupan serat merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko te...
anak | 07:00 WIB