Apakah Virus Corona Bertahan Lama pada Kain atau Pakaian?

Apakah virus corona baru atau SARS-CoV-2 dapat menular dari pakaian atau kain?

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Rabu, 08 April 2020 | 19:00 WIB
Apakah Virus Corona Bertahan Lama pada Kain atau Pakaian?

Apakah Virus Corona Bertahan Lama pada Kain atau Pakaian?

himedik.com - Banyak orang mengkhawatirkan penyebaran virus corona jenis baru atau SARS-CoV-2. Para tenaga medis di ruang UGD akan langsung melepas pakaian mereka segera setelah sampai di rumah, bahkan beberapa  melakukannya sebelum mereka masuk rumah.

Apakah ini artinya kita harus cemas dengan transmisi atau penularan SARS-CoV-2 dari pakaian, handuk dan bahan tekstil lainnya?

Sebelumnya sudah ada peneliti yang menemukan bahwa virus dapat bertahan di permukaan hingga 72 jam, namun studi ini tidak termasuk pada kain.

"Sejauh ini, bukti menunjukkan bahwa lebih sulit untuk 'memerangkap' virus di permukaan lunak (seperti kain) daripada di permukaan yang keras dan sering disentuh," tulis direktur senior pencegahan infeksi di Sistem Kesehatan John Hopkins, Lisa Maragakis, MD.

Namun, ada satu hal diketahui para ahli pada titik sekarang ini, bahwa sebagian besar penularan terjadi melalui kontak dekat, bukan dari menyentuh permukaan keras atau pakaian.

Ilustrasi Produk Fesyen yang Akan Ditinggalkan di Tahun 2020. (Shutterstock)
Ilustrasi wanita bertanya-tanya apakah ada virus corona di pakaiannya (Shutterstock)

Jadi, dilansir WebMD, hal terbaik yang dapat dilakukan adalah tetap berada di rumah. Dan jika keluar, praktikkan jarak fisik dengan orang lain.

"Ini adalah senjata yang sangat kuat," tutur direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), Robert Redfield, MD.

"Virus ini tidak dapat berpindah dari orang ke orang secara mudah. Itu perlu kontak dekat. Membutuhkan kita berada dalam jarak enam kaki (1,8 meter)," sambungnya.

Ilustrasi Pakaian dengan Tulisan (Pixabay/milivanily)
Ilustrasi Pakaian  (Pixabay/milivanily)

Jika Anda menduga terlalu dekat dalam waktu lama atau ada seseorang yang batuk di dekat Anda, tidak ada salahnya untuk mengganti pakaian dan segera mencucinya, terutama jika ada permukaan keras seperti kancing dan resleting di mana virus mungkin tertinggal.

Kemudian keringkan pakaian dalam suhu tinggi, yaitu di atas 56 derajat Celcius, agar virus mati.

Baca Juga: CDC Beri Saran untuk Pakai Masker Kain, Seberapa Sering Harus Mencucinya?

Jangan lupa untuk mencuci tangan segera setelah memasukkan pakaian ke dalam mesin cuci.

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB