Studi: Kombinasi Obat Anti-Malaria dan Diabetes Bisa Menjadi Racun

Studi pada tikus menunjukkan obat tersebut memiliki efek racun.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Rabu, 08 April 2020 | 16:00 WIB
Studi: Kombinasi Obat Anti-Malaria dan Diabetes Bisa Menjadi Racun

Studi: Kombinasi Obat Anti-Malaria dan Diabetes Bisa Menjadi Racun

himedik.com - Peneliti memperingatkan bahwa penggunaan obat anti-malaria, yaitu hidroksiklorokuin (HCQ) dan klorokuin (CQ) mungkin dapat menjadi racun ketika dikombinasikan dengan pengobatan diabetes pada umumnya.

Dalam sebuah studi yang terbit di BioRxiv menunjukkan 30 persen hingga 40 persentikus yang diobati dengan kombinasi HCQ atau CQ dan metformin untuk diabetes, meninggal.

"Ketertarikan kami pada kombinasi ini muncuk karena kedua obat secara individual telah terbukti memiliki efek anti-tumor pada kanker pankreas," tulis dua penulis utama studi, Chi Dang, direktur Institut Penelitian Kanker Ludwig dan Anirban Maitra, direktur ilmiah dari Pusat Penelitian Kanker Pankreas di MD Anderson Cancer Center.

Kematian ini membuat mereka terkejut, akan tetapi hasilnya berbeda ketika diberikan untuk pengobatan tunggal.

"Sebaliknya, tidak ada kematian pada kelompok pengobatan tunggal," sambung mereka dikutip dari Forbes.

Klorokuin fosfat (chloroquine phosphate) merupakan senyawa sintetis (kimiawi) yang memiliki struktur sama dengan quinine sulfate. (Shutterstock)
Klorokuin fosfat (chloroquine phosphate) merupakan senyawa sintetis (kimiawi) yang memiliki struktur sama dengan quinine sulfate. (Shutterstock)

Namun, penelitian ini sebenarnya dilakukan sebelum adanya wabah virus corona baru atau SARS-CoV-2, meski diterbitkan pada Sabtu (4/4/2020) kemarin.

Studi ini sebenarnya dilakukan untuk menguji HCQ/CQ dan metformin untuk kanker pankreas dan menemukan temuan kebetulan ini.

"Meski (digunakan) pada tikus yang tidak memiliki tumor, kami menemukan efek buruk dari kombinasi ini, menggarisbawahi bahwa itu tidak tergantung pada keberadaan tumor," tambah mereka.

Ada juga alasan ilmiah yang masuk akal di mana kedua obat ini dapat berinteraksi secara negatif, sebab kedua obat ini memengaruhi proses yang disebut autophagy, di mana sel mendaur ulang protein untuk memungkinkan mereka menghasilkan lebih banyak protein.

Seorang perempuan menyuntikkan obat diabetes. [shutterstock]
Seorang perempuan menyuntikkan obat diabetes. [shutterstock]

"HCQ dan CQ keduanya adalah agen yang menghambat autophagy dan pada kenyataannya ini adalah properti yang penting untuk digunakan dalam tumor seperti kanker pankreas,” kata penulis lagi.

Baca Juga: Donald Trump Desak Dokter Pakai Obat Anti-Malaria untuk Covid-19, Amankah?

Di sisi lain, metformin sebenarnya dapat menyebabkan autophagy. Sehingga ada kemungkinan bahwa dua obat yang mengganggu daur ulang protein ini pada saat yang sama dapat menjadi racun.

Seperti yang kita tahu, hidroksiklorokuin dan klorokuin saat ini sedang menjadi obat eksperimental untuk mengatasi virus corona (Covid-19), meski sebenarnya FDA sendiri belum menyetujuinya.

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB