Sejak SFH, Banyak Anak di China Alami Depresi dan Berupaya Bunuh Diri

Penutupan sekolah ini memisahkan anak-anak dari teman-teman dan lingkungan sosialnya.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Senin, 14 September 2020 | 07:00 WIB
Sejak SFH, Banyak Anak di China Alami Depresi dan Berupaya Bunuh Diri

Sejak SFH, Banyak Anak di China Alami Depresi dan Berupaya Bunuh Diri

himedik.com - Sebuah studi mengungkap siswa sekolah dasar di China mengalami gejala depresi dan melakukan banyak usaha bunuh diri sejak harus bersekolah di rumah atau school from home (SFH) akibat virus corona

Ketika wabah virus corona melanda China awal Januari, Kementerian Pendidikan setempat menunda dimulainya semester musim semi hingga akhir April.

Penutupan sekolah ini memisahkan anak-anak dari teman-teman dan lingkungan sosialnya, dan tampaknya, ini berdampak pada kesejahteraan mental mereka, kata peneliti.

Studi yang diterbitkan Jumat (11/9/2020) di JAMA Network Open ini membandingkan laporan masalah kesehatan mental sejak November 2019, sebelum pandemi dimulai, hingga pertengahan Mei 2020, dua minggu memasuki semester musim semi baru ketika sekolah dibuka kembali.

Peneliti dari Universitas Kedokteran Anhui mendapatkan hasil survei untuk 1.241 siswa yang duduk di kelas empat hingga 8 SMP. Peserta studi tinggal di Chizhou, Provinsi Anhui, daerah yang tidak memiliki banyak kasus Covid-19.

Sekolah di masa pandemi. (Shutterstock)
Sekolah di masa pandemi. (Shutterstock)

CNN melaporkan, peneliti mencatat hasilnya, yaitu hampir 25 persen siswa melaporkan gejala depresi pada Mei, sementara hanya sekitar 19 persen pada November.

Upaya bunuh diri lebih dari dua kali lipat, ada 6,4 persen pada Mei dibandingkan dengan tiga persen di bulan November.

Para peneliti berharap para pemimpin sekolah akan menggunakan studi ini untuk mempersiapkan layanan kesehatan mental yang diperlukan untuk membantu anak-anak saat mereka kembali ke sekolah setelah penguncian atau lockdown.

Hasil studi ini juga konsisten dengan penelitian lain yang menemukan bahwa isolasi sosial yang dipaksaka dapat menyebabkan tantangan kesehatan mental bagi anak-anak.

Baca Juga: Studi: Hubungan Sosial yang Baik Bisa Jadi Pelindung Utama Depresi

×
Zoomed
TERKINI
DBD bisa menyerang siapa saja, di mana saja terlepas dari tempat tinggal, usia, atau gaya hidup....
anak | 10:39 WIB
Issa Xander cuma punya paspor Amerika Serikat....
anak | 10:00 WIB
Ketidakseimbangan pada hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid dapat terjadi akibat pola makan yang tidak sehat....
anak | 07:00 WIB
Di Indonesia tak ada vaksin khusus HMPV seperti halnya vaksin covid-19 dan semacamnya....
anak | 10:00 WIB
Penelitian menyatakan bahwa pola makan rendah asupan serat merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko te...
anak | 07:00 WIB