Studi: Hubungan Sosial yang Baik Bisa Jadi Pelindung Utama Depresi

Sebuah studi menunjukkan bahwa hubungan sosial bisa menjadi faktor pendukung paling kuat untuk membantu menurunkan risiko depresi.

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Minggu, 13 September 2020 | 14:00 WIB
Studi: Hubungan Sosial yang Baik Bisa Jadi Pelindung Utama Depresi

Studi: Hubungan Sosial yang Baik Bisa Jadi Pelindung Utama Depresi

himedik.com - Sebuah studi menunjukkan bahwa hubungan sosial yang baik bisa mencegah dari risiko depresi. Studi tersebut disusun oleh para peneliti dari Rumah Sakit Umum Massachusetts (MGH). 

Melansir dari Science Daily, penelitian ini telah diterbitkan dalam The American Journal of Psychiatry. Dalam studi ini, peneliti juga menyarankan untuk mengurangi aktivitas tidak aktif seperti nonton televisi atau tidur siang. 

"Depresi adalah penyebab utama masalah mental di seluruh dunia, tetapi hingga saat ini para peneliti hanya berfokus pada segelintir risiko dan faktor pelindung, seringkali hanya dalam satu atau dua domain," kata Karmel Choi, PhD, peneliti di Departemen Psikiatri dan Harvard, TH Chan School of Public Health. 

"Studi kami memberikan gambaran paling komprehensif hingga saat ini tentang faktor-faktor yang dapat diubah untuk memengaruhi risiko depresi," imbuhnya.

Pada studi ini, peneliti mengambil pendekatan dengan menggunakan database lebih dari 100.000 peserta untuk menganalisis faktor yang mungkin terkait dengan risiko pengembangan depresi. 

"Hal yang paling menonjol dari faktor-faktor ini adalah frekuensi curhat kepada orang lain, tetapi juga kunjungan dengan keluarga dan teman juga menggambarkan adanya perlindungan penting dari depresi melalui hubungan sosial dan kohesi sosial," kata Jordan Smoller, MD kepala penelitian di Departemen Psikiatri MGH.

Ilustrasi Remaja Depresi. (Shutterstock)
Ilustrasi Remaja Depresi. (Shutterstock)

Efek perlindungan dari hubungan sosial juga hadir, bahkan untuk individu yang berisiko lebih tinggi mengalami depresi. Individu dengan risiko depresi tinggi adalah mereka yang memiliki kerentanan depresi genetik atau trauma masa kecil.

Di sisi lain, faktor yang bisa meningkatkan risiko depresi yakni menghabiskan waktu untuk menonton TV atau pola perilaku menetap lainnya. Tidur siang dan penggunaan multivitamin secara teratur juga tampaknya terkait dengan risiko depresi.

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB