Berawal dari Covid-19, Gadis 8 Tahun Ini Menderita Penyakit Langka

Penyakit langka ini membuat sang gadis lumpuh.

Rosiana Chozanah
Minggu, 19 September 2021 | 07:30 WIB
Berawal dari Covid-19, Gadis 8 Tahun Ini Menderita Penyakit Langka

Berawal dari Covid-19, Gadis 8 Tahun Ini Menderita Penyakit Langka

himedik.com - Seorang gadis berusia 8 tahun asal Minnesota, AS, bernama Avella Bauer menderita penyakit langka setelah terinfeksi Covid-19, dan hal ini membuatnya lumpuh.

Avella didiagnosis ensefalomielitis diseminata akut (ADEM) setelah dinyatakan positif Covid-19, lansir Health.

Ibunya, Lani Bauer, menceritakan bahwa putrinya mengalami demam ringan pada awal Maret. Pada akhir minggu, demamnya sudah menurun dan ia kembali ke sekolah,

Tetapi keesokan paginya, Avella sudah tidak responsif hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Setelah menjalankan beberapa tes, Avella positif Covid-19 sekaligus ADEM.

Gadis kecil ini sekarang lumpuh dan dirawat di rumah sakit sejak saat itu.

Berdasarkan National Institute of Neurogical Disorders and Stroke (NINDS), ADEM merupakan suatu kondisi yang menyebabkan serangan peradangan singkat namun meluas pada otak dan sumsum tulang belakang.

Lelaki ini pura-pura lumpuh. (Shutterstock)
Lumpuh. (Shutterstock)

Serangan ini merusak myelin, lapisan pelindung serabut saraf dan dapat menyebabkan gejala yang mendadak, seperti demam, kelelahan, sakit kepala, mual, muntah, kejang, hingga koma.

Kondisi ini biasanya mengikuti infeksi bakteri atau virus. Dalam kasus yang jarang terjadi, bisa juga terjadi setelah vaksinasi campak, gondok, atau rubella.

Profesor dan kepala departemen penyakit menular di Universitas di Buffalo, New York, Thomas Russo, MD, mengatakan bahwa sulit menentukan penyakit ADEM.

"Kemungkinan itu bisa disebabkan oleh Covid-19. Namun, sangat sulit untuk yakin akan hal itu," jelas Thomas.

Baca Juga: Sakit Tenggorokan Akibat Flu vs Virus Corona Covid-19, Ini Perbedaannya!

Pakar lain setuju. Meskipun ada kemungkinan keduanya terkait, sulit untuk mengetahui dengan pasti.

"ADEM bisa disebabkan oleh berbagai infeksi seperti influenza, virus hepatitis, atau virus pernapasan lainnya, serta bakteri seperti mikoplasma," ujar sarjana senior di Pusat Keamanan Kesehatan Johns Hopkins, Amesh A. Adalja, MD.

Amesh melanjutkan, "Aku pikir mungkin saja SARS-CoV-2 dapat menyebabkan ADEM, seperti virus penarpasan lainnya dapat menyebabkan kondisi ini."

Tetapi Amesh mengatakan bahwa ini adalah kejadian langka dan bukan dari infeksi yang diduga, terutama pada anak-anak.

×
Zoomed
TERKINI
DBD bisa menyerang siapa saja, di mana saja terlepas dari tempat tinggal, usia, atau gaya hidup....
anak | 10:39 WIB
Issa Xander cuma punya paspor Amerika Serikat....
anak | 10:00 WIB
Ketidakseimbangan pada hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid dapat terjadi akibat pola makan yang tidak sehat....
anak | 07:00 WIB
Di Indonesia tak ada vaksin khusus HMPV seperti halnya vaksin covid-19 dan semacamnya....
anak | 10:00 WIB
Penelitian menyatakan bahwa pola makan rendah asupan serat merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko te...
anak | 07:00 WIB