Ini Perbedaan Mata Silinder dan Minus

Serupa tapi tak sama. Yuk kenali mata kamu cuma minus atau juga silinder.

Galih Priatmojo | Dwi Citra Permatasari Sunoto
Sabtu, 01 September 2018 | 19:15 WIB
Ini Perbedaan Mata Silinder dan Minus

Ini Perbedaan Mata Silinder dan Minus

himedik.com - Minus dan silinder merupakan penyakit kerusakan pada kornea mata. Meski serupa, namun gejala dan letak kerusakan keduanya berbeda. Minus atau rabun jauh dalam dunia kesehatan dikenal dengan istilah miopi sedangkan silinder astigmatisme. Berikut penjelasannya.

1. Penyebab
Mata silinder disebabkan oleh cacatnya bentuk kornea. Kelengkungan kornea tidak beraturan sehingga bisa mengubah/membiaskan kembali cahaya yang masuk. Akibatnya mata tidak bisa melihat dengan jelas karena cahaya tidak jatuh tepat di retina tetapi di depan atau di belakangnya.

Sedangkan mata minus disebabkan oleh kelengkungan kornea yang terlalu besar. Akibatnya mata tidak bisa melihat objek dengan jelas karena cahaya yang masuk tidak bisa fokus. Cahaya tersebut tidak jatuh tepat di retina, tetapi di depan retina.

2. Gejala
Orang dengan mata silinder ketika melihat sesuatu, objek akan terlihat kabur, berbayang, dan tidak jelas. Sehingga menyebabkan pusing. Contohnya seperti ketika melihat garis lurus namun jadi tampak miring. Hal tersebut terjadi karena adanya pembiasan.

Sedangkan gejala mata minus, ketika melihat suatu benda maka akan terlihat kabur dan terasa pusing.

cek mata (shutterstock)
cek mata (shutterstock)

3. Kondisi kerusakan
Pada umumnya, silinder mata tidak akan bertambah jika penderita menggunakan kacamata atau lensa kontak dengan ukuran yang sesuai.

Berbeda halnya dengan mata minus, yang mana meskipun menggunakan kacamata atau lensa kontak kondisi minus masih bisa bertambah. Hal tersebut bisa terjadi jika penderita tidak menjaga kesehatan mata.

4. Pengobatan
Pengobatan yang bisa dilakukan untuk mata silinder adalah penggunaan lensa kontak kaku atau operasi lasik. Sedangkan mata minus dapat diobati dengan cara operasi lasik saja.

ilustrasi operasi lasik (shutterstock)
ilustrasi operasi lasik (shutterstock)

5. Penderita
Baik silinder maupun minus dapat terjadi karena faktor keturunan. Tetapi selain itu, National Eye Institute memaparkan bahwa mata minus sering terjadi pada anak-anak dengan rentang usia 8 hingga 12 tahun.

Jadi, orang dewasa yang matanya minus biasanya sudah ada kerusakan mata dari kecil. Sedangkan silinder pada umumnya terjadi akibat dari parahnya kerusakan mata minus, degenerasi kornea, atau akibat dari operasi katarak.

Baca Juga: Penting, Lima Kunci Keamanan Pangan Menurut BPOM

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB