Hati-hati, Aseton Bisa Bahayakan Tubuhmu

Salah satu fungsi aseton adalah membantu menghilangkan kutek.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Dwi Citra Permatasari Sunoto
Sabtu, 15 September 2018 | 18:00 WIB
Ilustrasi membersihkan kuku dengan aseton. (iStock)

Ilustrasi membersihkan kuku dengan aseton. (iStock)

Himedik.com - Aseton merupakan bahan kimia yang biasa digunakan sebagai pelarut berbagai macam zat lainnya. Sedangkan dalam tubuh manusia, aseton merupakan salah satu penyusun keton yaitu hasil dari reaksi pemecahan lemak.

Meski dihasilkan tubuh, pembentukan aseton merupakan adanya indikasi bahwa sel-sel dalam tubuh mengalami kekurangan insulin. Itulah kenapa kondisi tersebut bisa menyebabkan seseorang terkena penyakit diabetes.

Aseton memiliki sifat mudah menguap, mudah terbakar, dan memiliki bau yang menyengat. Dalam kehidupan sehari-hari, aseton bisa ditemukan pada pohon, tumbuhan, gas vulkanik, asap kendaraan bermotor, dan asap rokok.

Selain untuk melarutkan berbagai macam zat, aseton juga digunakan untuk membuat serat, plastik kain, bahan kimia untuk keperluan laboratoriun, hingga obat-obatan.

Sedangkan dalam industri kosmetik dan rumah tangga, aseton digunakan untuk pembersih kutek, deterjen, pembersih cat, lilin, pembersih alat rumah tangga, dan perekat karet.

Ilustrasi membersihkan kuku dengan aseton. (iStock)
Ilustrasi membersihkan kuku dengan aseton. (iStock)

Meski sudah wajar dijadikan beragam bahan dalam pembuatan produk industri, kecantikan, dan rumah tangga. Namun bahaya aseton adalah sesuatu yang nyata ada.

Hal ini seperti yang telah dijelaskan di atas. Adanya aseton dalam tubuh mengindikasikan terjadinya kekurangan insulin.

Selain dari dalam tubuh, keracunan aseton bisa juga disebabkan dari luar tubuh seperti ketika tidak sengaja menelan atau menghirup zat aseton dalam waktu singkat.

Jika keracunan berada dalam tingkat ringan, penderita akan mengalami sakit kepala, lesu, dan berkurangnya koordinasi tubuh. Sedangkan dalam tingkat berat, penderita bisa mengalami pingsan, tekanan darah rendah, hingga koma.

Jadi, meskipun aseton hidup berdampingan dengan kita bahkan ada di dalam tubuh, sebagai orang yang peduli kesehatan maka kita harus tetap berhati-hati dalam menggunakannya.

Baca Juga: 5 Mitos Infertilitas yang Disanggah oleh Para Ahli

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB