Info

Usai Jalani Terapi Kiroprakti, Mata Wanita Ini Alami Gangguan

Terapi kiropraktik berfokus pada perawatan sistem muskuloskeletal, khususnya pada tulang belakang.

Rauhanda Riyantama

Ilustrasi terapi kiropraktik. (pixabay)
Ilustrasi terapi kiropraktik. (pixabay)

Himedik.com - Pernah mendengar terapi kiropraktik? Ya, terapi yang sempat menggegerkan Indonesia lantaran dugaan malpraktik sehingga menewaskan salah seorang anak mantan pejabat PLN, Allya Siska Nadya pada 2015. 

Seperti diketahui, terapi kiropraktik merupakan jenis pengobatan alternatif yang berfokus pada perawatan sistem muskuloskeletal, khususnya pada tulang belakang.   

Baru-baru ini, kasus serupa terjadi. Menurut laporan peneliti dalam American Journal of Ophthalmology Case Reports, seorang wanita berusia 39 tahun mengalami malpraktik berupa gangguan penglihatan setelah menjalani terapi kiropraktik. 

Dilansir Live Science, wanita yang tak disebutkan namanya itu mengaku setelah menjalai terapi kiropraktik melihat seekor kecebong pada penglihatannya. Bahkan, penglihatannya makin memburuk pada hari selanjutnya.

Lantas, ia pun kemudian dibawa ke Kellogg Eye Center untuk melakukan dirawat. Dijelaskan bahwa kecebong pada penglihatannya tersebut merupakan simtom dari robeknya pembuluh darah di mata. Kondisi ini disebut dengan perdarahan preretinal.

Ilustrasi penglihatan. (pixabay)
Ilustrasi penglihatan. (pixabay)

 

Kondisi tersebut diduga kuat terjadi akibat teknik yang digunakan dalam terapi kiropraktik pada bagian belakang leher pasien. Dijelaskan bahwa terapi kiropraktik di bagian leher berhubungan dengan cedera pada bagian pembuluh nadi kepala yang bertugas menyuplai darah ke mata dan otak.

Insiden ini semakin menguatkan bukti bahwa teknik kiropraktik bisa berdampak negatif, khususnya pada vitreous humor yang berada di dalam mata. Diduga teknik terapi yang digunakan menyebabkan bagian vitreous humor lepas dan membuat pendarahan.

"Manipulasi kiropraktik telah diasosiasikan dengan beberapa kondisi negatif pada mata, sebagian besar dikarenakan akibat kerusakan pada pembuluh nadi kepala," ujar Yannis Paulus, dokter spesialis retina yang menangani kasus ini.

Untungnya perempuan tersebut telah pulih dari gangguan penglihatannya. Dilaporkan bahwa dua bulan setelah mengalami kondisi tersebut, tanpa diberikan perawatan khusus, penglihatan si perempuan kembali normal.

Paulus menyarankan agar penggunaan terapi-terapi alternatif seperti kiropraktik dilaporkan kepada dokter demi mencegah kejadian serupa terulang.

Berita Terkait

Berita Terkini