Info

Bagaimana sih Penjelasan Ilmiah Mengenai Kesurupan?

Kesurupan berkaitan dengan masalah kejiwaan yang disebut Dissociative Trance Disorder.

Dinar Surya Oktarini | Dwi Citra Permatasari Sunoto

Ilustrasi kesurupan. (pixabay/xusenru)
Ilustrasi kesurupan. (pixabay/xusenru)

Himedik.com - Bagi sebagian orang, 'The Exorcist' dianggap sebagai film horor terbaik sepanjang masa. Diangkat dari kisah nyata, film ini menceritakan tentang seorang gadis kecil yang kesurupan.

Terlepas dari itu, kasus kesurupan memang beriringan dengan kehidupan nyata. Mereka yang mengalami sering kali tidak sadarkan diri karena berada di bawah gangguan makhluk tak kasat mata.

Lalu bagaimana dengan pandangan ilmiah mengenai hal ini?

Dissociative Trance Disorder (DTD) adalah satu dari sekian banyak jenis gangguan kejiwaan yang dapat menjelaskan kasus kesurupan. Meski berhubungan dengan gangguan kejiwaan seperti histeria dan Dissociative Identity Disorder, DTD memiliki spesifikasi berbeda, yaitu berkaitan dengan adanya makhluk tak kasat mata.

Lebih jelasnya, DTD merupakan gangguan tunggal maupun berkepanjangan yang berkaitan dengan identitas, kesadaran, dan memori yang berhubungan dengan budaya serta lokasi tertentu.

Ilustrasi makhluk tak kasat mata. (pixabay/catharina77)
Ilustrasi makhluk tak kasat mata. (pixabay/catharina77)

 

Penyebabnya beragam bisa karena kelelahan dan pikiran yang tertekan. Namun, penyebab utama kasus DTD menurut beberapa penelitian adalah masalah psikis. Tak heran, jika banyak kasus kesurupan menyerang mereka yang lelah dan banyak pikiran.

Sayangnya, walaupun telah ada penelitian terhadap penderita DTD, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memperkuat data yang diperoleh. Seperti cara pemulihan. Belum ada penjelasan ilmiah mengenai hal tersebut, tapi dapat ditangani layaknya kasus kejiwaan.

Nah, sekarang kembali lagi pada diri kita masing-masing. Apakah kesurupan itu nyata dan murni karena gangguan makhluk tak kasat mata atau memang penderita mengalami Dissociative Trance Disorder yang berhubungan dengan masalah kejiawaan? Hmm yang mana pun itu sah-sah saja kok karena kita semua memiliki kebebasan berpendapat.

Berita Terkini