Menguak Fakta Vampire Facial yang Sempat Tuai Kontroversi

Vampire facial dilakukan dengan cara mengambil darah pasien, lalu disuntikkan kembali ke wajah.

Vika Widiastuti | Dwi Citra Permatasari Sunoto
Kamis, 24 Januari 2019 | 08:00 WIB
Menguak Fakta Vampire Facial yang Sempat Tuai Kontroversi

Menguak Fakta Vampire Facial yang Sempat Tuai Kontroversi

himedik.com - Tak hanya persoalan fashion atau gaya rambut, tren kecantikan nampaknya juga mengalami perkembangan. Salah satu yang menarik perhatian di akhir tahun lalu adalah Vampire Facial.

Dipopulerkan oleh Kim Kardashian dan para seleb lainnya, vampire facial ini dilakukan dengan cara mengambil darah pasien, lalu disuntikkan kembali ke wajah menggunakan jarum mikro.

Namun, melansir dari WebMD, tahun lalu sebuah spa kecantikan bernama VIP Spa di Albuquerque, New Mexico, AS ditutup oleh otoritas kesehatan setempat karena diduga membahayakan pasien.

Mereka berasumsi bahwa teknik facial semacam ini bisa menimbulkan infeksi melalui darah, seperti HIV dan hepatitis B dan C. Sementara itu, pemilik spa, Luly Ruiz, mengatakan bahwa ia selalu membuang jarum bekas pakai dan tidak pernah menggunakannya secara ulang.

Dibalik kekhawatiran tersebut, sebenarnya teknik facial tersebut menawarkan keuntungan yang cukup menggiurkan seperti perbaikan tekstur dan warna kulit, pemulihan bentuk wajah, serta tumbuhnya jaringan baru dan yang lebih muda.

Ini karena perawatan tersebut merupakan kombinasi dari mikrodermabrasi, diikuti oleh aplikasi PRP (platelet-rich plasma).

"PRP berasal dari bagian serum darah, yang mengandung trombosit. Trombosit mengandung tingkat faktor pertumbuhan yang tinggi, yang bila diterapkan pada kulit, akan merangsang pergantian sel," jelas dokter kulit Ava Shamban seperti dikutip dari Allure.

Sementara itu direktur penelitian kosmetik dan klinis dermatologi di Rumah Sakit Mount Sinai di New York City, Joshua Zeichner, menjelaskan dalam kalimat yang lebih sederhana, tapi intinya tetap sama.

"Perawatan menggunakan darah Anda sendiri untuk membantu mempromosikan aktivitas sehat sel-sel kulit. Darah terdiri dari sel darah merah dan serum, yang mengandung sel darah putih dan trombosit."

Lebih lanjut Zeichner menjelaskan bahwa trombosit kaya akan faktor pertumbuhan yang pada dasarnya bertindak sebagai energi pembantu untuk kulit kita. Ini membantu fungsi kulit secara optimal, meningkatkan kolagen dan elastin, serta membawa sifat antioksidan dan melembapkan.

Baca Juga: Studi: Makan Sebelum Tidur Tak Selalu Buat Kadar Gula Darah Naik

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB