Promosikan Produk Kesehatan, Kim Kardashian Dianggap Ancam Kesehatan Remaja

Kim Kardashian mempromosikan permen penekan nafsu makan, pil diet, hingga segala macam perawatan instan yang menurut dokter membahayakan.

Rauhanda Riyantama | Dwi Citra Permatasari Sunoto
Minggu, 03 Februari 2019 | 20:30 WIB
Kim Kardashian. (Instagram/kimkardashian)

Kim Kardashian. (Instagram/kimkardashian)

Himedik.com - Tak bisa ditampik bahwa kalangan selebritis dapat memberikan pengaruh buruk bagi penggemar maupun masyarakat umum, terutama remaja. Tak hanya perihal gaya hidup, melainkan juga kondisi kesehatan.

Hal ini diungkapkan oleh seorang dokter papan atas Profesor Stephen Powis, yang juga direktur medis NHS. Menurutnya, selebriti dan bintang Instagram seperti Kim Kardashian membuat kesehatan anak-anak muda Inggris berisiko.

Mereka menerima endorsements lolipop penekan nafsu makan, shakes pengganti makanan, hingga segala macam perawatan instan yang menurutnya membahayakan para remaja Inggris.

Powis menambahkan bahwa Facebook dan Instagram harus membasmi endorsements selebritis yang membahayakan kesehatan remaja Inggris. Dia ingin mereka melindungi pengguna yang rentan dengan melarang iklan yang merusak dan menyesatkan.

Tak hanya Kim Kardashian, Vicky Pattison, dan Katie Price juga termasuk dalam daftar artis yang menerima endorsements produk yang belum terbukti khasiatnya. Di antaranya ada pil diet, teh detoksifikasi, dan penekan nafsu makan.

Vicky Pattison. (Instagram/vickypattison)
Vicky Pattison. (Instagram/vickypattison)

 

Banyak kandungan bahan yang memicu sakit perut dan diare bahkan menghentikan kinerja kontrasepsi. Dilansir dari The Sun, Prof Powis juga menuduh selebritis menjajakan produk yang paling tidak efektif dan paling berbahaya.

Dia mendesak influencer terkenal untuk bertindak secara bertanggung jawab dan berhenti mempromosikan barang-barang yang dapat merusak kesejahteraan fisik dan mental remaja.

Prof Powis mengatakan situs seperti Instagram, Facebook dan Twitter harus bertindak cepat untuk menghapus postingan mereka.

"Jika suatu produk terdengar seperti itu terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, maka itu mungkin benar. Risiko penurunan berat badan secara cepat lebih besar daripada manfaatnya, dan mengiklankan produk ini tanpa peringatan kesehatan akan merusak dan menyesatkan," jelasnya.

Baca Juga: Haru! Mempelai Pria Sakit, Pasangan Ini Menikah di Puskesmas

Menanggapi perihal tersebut, seorang juru bicara Instagram mengatakan bahwa mereka memperhatikan kesejahteraan pengguna dengan serius dan mengatakan akan menghilangkan iklan yang berisiko, terutama jika mereka menargetkan di bawah 18 tahun.

Sementara itu juru bicara Twitter mengatakan bahwa mereka memiliki kebijakan yang jelas tentang konten yang dilarang untuk anak di bawah umur, yang melarang pemasaran atau iklan berbagai produk dan layanan kepada anak di bawah umur.

"Kami juga melarang klaim menyesatkan, dan akan mengambil tindakan penegakan hukum yang agresif di mana kami mengidentifikasi konten yang melanggar aturan ini," imbuhnya.

Sementara itu Facebook belum memberikan tanggapan mengenai apa yang diresahkan oleh Profesor Powis.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
VinFast menjadi simbol nyata dari kebangkitan industri hijau Asia Tenggara....
info | 13:30 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB