Ini yang Terjadi pada Otak dan Tubuh ketika Patah Hati

Pernah patah hati? Ini sebenarnya yang terjadi pada otak dan tubuhmu.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Yuliana Sere
Sabtu, 23 Februari 2019 | 09:00 WIB
Ini yang Terjadi pada Otak dan Tubuh ketika Patah Hati

Ini yang Terjadi pada Otak dan Tubuh ketika Patah Hati

himedik.com - Kebanyakan orang berpikir bahwa kekasih mereka akan menjadi pasangan seumur hidup mereka. Kemudian karena satu dan lain hal, semua momen manis itu berubah menjadi kenangan. Patah hati tak dapat dihindari.

Tidak mudah melupakan mantan kekasih. Biasanya ini membutuhkan waktu, tenaga, dan perasaan. Semuanya ini dilakukan untuk menghilangkan keterikatan emosional.

Ketika hubungan itu berakhir, ada banyak emosi yang mungkin dialami seseorang yang patah hati. Selama putus cinta, sesuatu terjadi di tubuh dan otak.

Melansir dari medical daily, ini yang terjadi pada tubuh ketika patah hati.

1. Ada perasaan sakit fisik

Studi menemukan bahwa ada area di otak manusia yang aktif ketika patah hati. Tubuh seolah menipu seseorang untuk merasakan bahwa hati mereka seolah-olah hancur karena patah hati. Namun hal ini tidak benar-benar terjadi.

2. Kepala dan hati mengirim pesan yang berbeda

Pusing (unsplash)
Putus cinta sering membuat emosi seseorang tak terkontrol (unsplash)

Kepala dan hati tampaknya memiliki pendapat yang berbeda ketika berurusan dengan putus cinta. Kepala memberitahu seseorang bahwa mungkin semua kerja keras akan sia-sia pada akhirnya.

Otak akan mempertimbangkan alasan bahwa perpisahan itu adalah sebuah pengalaman positif atau negatif. Itulah kenapa biasanya hal ini akan menghasilkan emosi campuran.

3. Tingkat stres meningkat

Baca Juga: Shakira Aurum Jalani Kemoterapi, Denada: Selalu Naik Turun Kondisinya

Ilustrasi stres (pixabay)
Ilustrasi stres (pixabay)

Perpisahan dari sebuah hubungan menyebabkan peningkatan kortisol. Ini juga dikenal sebagai hormon stres. Ini bisa memberikan dampak yang mengerikan dan bisa memengaruhi metabolisme, tekanan darah, dan mental negatif.

4. Emosi menjadi tidak terkendali

Emosional. (shutterstock.com)
Ilustrasi seseorang yang sedang emosi. (shutterstock)

Kemarahan dan kesedihan adalah emosi utama setelah dan selama perpisahan. Kemarahan mendorong orang-orang yang patah hati untuk bergerak maju dan memeriksa situasi.

Sementara itu, kesedihan membantu orang untuk mengetahui apa sebenarnya arti dari perpisahan. Emosi ini juga membantu orang yang patah hati menemukan sesuatu yang berharga tentang dirinya sendiri.

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB