Mengenal Limfedema, dari Penyebab hingga Pengobatannya

Limfedema adalah pembengkakan yang terjadi karena cairan menumpuk di jaringan tubuh.

Vika Widiastuti | Dwi Citra Permatasari Sunoto
Senin, 25 Februari 2019 | 19:15 WIB
Mengenal Limfedema, dari Penyebab hingga Pengobatannya

Mengenal Limfedema, dari Penyebab hingga Pengobatannya

himedik.com - Singkatnya, limfedema adalah pembengkakan. Terjadi karena cairan menumpuk di jaringan tubuh ketika sistem limfatik tidak berfungsi dengan baik.

Gangguan pada sistem limfatik itu biasanya disebabkan oleh pengangkatan atau rusaknya kelenjar getah bening. Sering kali merupakan efek samping dari perawatan kanker dan dapat muncul bertahun-tahun kemudian.

Dilansir dari WebMD, sistem limfatik adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh. Tugasnya memindahkan cairan ke seluruh tubuh, membersihkan sampah, bakteri, dan virus.

Selanjutnya, kelenjar getah bening menyaring limbah dan membuangnya dari tubuh. Namun, ketika ada yang tidak beres, cairan akan kembali ke jaringan tubuh.

Gejala limfedema dapat muncul di mana saja, termasuk dada, kepala, dan alat kelamin, tetapi biasanya muncul pada tangan atau kaki.

Meski demikian, ada kemungkinan ukuran pembengkakan sangat kecil sehingga penderita hampir tidak menyadarinya. Jika sudah berkembang sangat parah penderita akan sulit untuk menggerakkan bagian tubuhnya.

Tungkai yang terasa penuh atau berat, kulit yang tampak kencang, bisa merupakan tanda limfedema. Oleh sebab itu, segera hubungi dokter untuk mendapat pemeriksaan karena limfedema tidak bisa disembuhkan.

Ilustrasi kaki bengkak. (pixabay/nmiranda)
Ilustrasi kaki bengkak. (pixabay/nmiranda)

 

Walaupun demikian, penderita bisa mengendalikan pembengkakan dan mencegahnya bertambah parah. Misalnya, menjaga berat badan, terapi limfedema khusus, dan jika parah dokter akan melakukan operasi pengangkatan beberapa jaringan untuk mengurangi pembengkakan.

Selain itu perban drainase limfatik juga bisa membantu mengatasi pembengkakan. Bungkus erat-erat di dekat jari tangan dan kaki yang bengkak dan kendurkan di sepanjang anggota tubuh.

Baca Juga: NTB KLB Rabies, 825 Orang Digigit Anjing, 6 Meninggal Dunia

Dengan begitu cairan mengalir dan mencegah cairan menumpuk lagi setelah pembengkakan berkurang. Begitu pula dengan olahraga.

Gerakan lembut yang menekan otot-otot di anggota tubuh yang bengkak dapat membantu mengalirkan cairan dan membuatnya lebih mudah untuk melakukan rutinitas harian.

Atau gunakan pakaian kompresi yang memberikan tekanan pada lengan atau kaki untuk membantu cairan bergerak keluar-masuk anggota tubuh yang bengkak.

Pastikan untuk memakainya ketika berolahraga serta saat bepergian dengan pesawat terbang, karena ketinggian langit dapat membuat limfedema menjadi lebih buruk.

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB