Info

3 Minyak Esensial untuk Redakan Rasa Sakit Selain Minyak Kayu Putih

Minyak yang berasal dari tanaman Eucalyptus ini juga dapat membantu mengurangi pembengkakan.

Vika Widiastuti | Dwi Citra Permatasari Sunoto

Ilustrasi minyak eucalyptus. (Pixabay/evitaochel)
Ilustrasi minyak eucalyptus. (Pixabay/evitaochel)

Himedik.com - Minyak kayu putih merupakan salah satu minyak esensial yang sering digunakan untuk mengobati rasa sakit. Tak hanya rasa sakit, minyak yang berasal dari tanaman Eucalyptus ini dapat membantu mengurangi pembengkakan, dan peradangan di tubuh.

Satu studi tahun 2013 menemukan bahwa menghirup minyak kayu putih dapat menghilangkan rasa sakit dibandingkan dengan minyak almond.

Dalam penelitian itu, peserta penelitian yang menghirup minyak kayu putih selama 30 menit per hari selama 3 hari, semuanya pulih dari operasi penggantian lutut.

Nah, selain minyak kayu putih ada minyak esensial lain yang efeknya juga untuk meredakan rasa sakit. Dirangkum HiMedik dari Medical News Today, berikut ulasan lengkapnya.

1. Minyak esensial lavender

Minyak esensial lavender dapat membantu menghilangkan rasa sakit secara alami. Umumnya, orang menggunakan minyak lavender untuk menghilangkan rasa sakit, membantu tidur, dan untuk meredakan kecemasan.

Sebuah studi skala kecil tahun 2012 menemukan bahwa menghirup minyak lavender dapat menghilangkan rasa sakit yang terkait dengan sakit kepala migrain.

Minyak Lavender. (pixabay/couleur)
Minyak Lavender. (pixabay/couleur)

 

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa minyak lavender memiliki efek menghilangkan rasa sakit, anti-inflamasi, dan antioksidan pada hewan.

Food and Drug Administration (FDA) saat ini tidak mengatur bahan dan dosis minyak esensial, jadi gunakan dengan hati-hati. Selalu bicara dengan dokter sebelum menggunakan minyak esensial baru.

Ingat, jangan telan minyak esensial karena bisa beracun dan selalu encerkan sebelum menggunakannya.

2. Minyak peppermint

Minyak peppermint berasal dari tanaman Mentha piperita L. Senyawa aktif dalam minyak peppermint di antaranya adalah carvacrol, menthol, dan limonene.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tanaman peppermint memiliki efek anti-inflamasi, antimikroba, dan menghilangkan rasa sakit.

Satu review tahun 2015 mencatat bahwa orang secara tradisional menggunakan peppermint untuk meredakan kejang yang menyakitkan dan masalah yang terkait dengan arthritis.

Para peneliti juga melaporkan bahwa mengoleskan minyak peppermint ke pelipis dan dahi dapat meredakan ketegangan sakit kepala.

Ilustrasi minyak peppermint. (Pixabay/silviarita)
Ilustrasi minyak peppermint. (Pixabay/silviarita)

 

3. Minyak esensial rosemary

Beberapa peneliti menyatakan bahwa tanaman rosemary, Rosmarinus officinalis L., dapat membantu mengobati sakit kepala, nyeri otot dan tulang, serta kejang. Rosemary juga dapat mengurangi peradangan, mengendurkan otot polos, dan meningkatkan daya ingat.

Para peneliti menyarankan bahwa ramuan ini bekerja pada reseptor di otak yang disebut reseptor opioid, yang terlibat dengan sensasi rasa sakit. Sebuah uji klinis tahun 2013 menemukan bahwa minyak rosemary mengurangi rasa sakit pada orang yang mengalami penghentian opium.

Itulah tiga minyak esensial untuk redakan rasa sakit secara alami. Semoga bermanfaat.

Berita Terkait

Berita Terkini