Benarkah Tubuh Butuh Suplemen Vitamin D?

Simak ini sebelum kamu benar-benar konsumsi suplemen vitamin D.

Vika Widiastuti | Yuliana Sere
Jum'at, 01 Maret 2019 | 08:30 WIB
Ilustrasi berjemur di bawah sinar matahari. (pixabay)

Ilustrasi berjemur di bawah sinar matahari. (pixabay)

Himedik.com - Vitamin D mendapat julukan vitamin sinar matahari. Vitamin ini memainkan peran penting dalam berbagai fungsi tubuh.

Nutrisi ini membantu penyerapan kalsium. Hal ini berarti jika kekurangan maka bisa menyebabkan tulang lebih lemah dari waktu ke waktu.

Kadar yang rendah juga dikaitkan dengan efek negatif pada suasana hati, kesehatan sendi, fungsi kekebalan tubuh, seperti dikutip dari medical daily.

Seperti yang kita ketahui, vitamin ini sebagian besar diperoleh melalui paparan sinar matahari. Tengah hari dikatakan sebagai waktu terbaik untuk mendapatkan vitamin D karena matahari berada pada titik tertinggi.

Meskipun jumlahnya sedikit, ada juga pilihan makanan termasuk kuning telur, jamur, dan ikan berminyak seperti salmon, mackerel, herring, dan sarden yang bisa menambah asupan vitamin D.

Selain makanan dan sinar matahari, sumber lain yang tersedia datang dalam bentuk suplemen. Namun apakah ini dibutuhkan tubuh?

Ilustrasi berjemur di bawah sinar matahari. (pixabay)
Ilustrasi berjemur di bawah sinar matahari. (pixabay)

 

Clifford Rosen dari Tufts University mengatakan umumnya lebih baik untuk mendapatkan vitamin dari paparan sinar matahari dan sumber makanan daripada dari suplemen.

Masalah lain adalah bahwa seseorang bisa berakhir dengan terlalu banyak vitamin D ketika mengonsumsi suplemen.

"Megadosis vitamin D dapat menyebabkan penumpukan kalsium dalam darah, menyebabkan mual, muntah, nafsu makan yang buruk, sembelit, kelemahan, dan penurunan berat badan," kata Madeline Basler, ahli gizi terdaftar.

Baca Juga: Video Viral Ayah di Aceh Wakili Mendiang Putrinya Wisuda, Dipeluk Rektor

Intinya adalah memprioritaskan sinar matahari dan makanan sebelum mempertimbangkan pilihan suplemen. Dalam kebanyakan kasus, kedua sumber tersebut cukup untuk memenuhi asupan harian yang disarankan.

Ilustrasi sinar matahari. (shutterstock)
Ilustrasi sinar matahari. (shutterstock)

 

Beberapa gejala defisiensi vitamin D yang mungkin adalah kelelahan, masalah suasana hati, disfungsi ereksi, nyeri sendi, insomnia, dan infeksi.

Jika diperlukan, mereka yang kekurangan vitamin D akan diberi resep suplemen dan diminta untuk melakukan beberapa perubahan gaya hidup juga.

Pastikan jangan mengonsumsi suplemen vitamin D sebelum bekonsultasi dengan dokter ya.

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB