Info

Hari Ginjal Sedunia, Ini 10 Tanda Penyakit Ginjal yang Wajib Kamu Tahu!

10 tanda penyakit ginjal yang wajib kamu tahu

Vika Widiastuti | Yuliana Sere

Ilustrasi ginjal. (shutterstock)
Ilustrasi ginjal. (shutterstock)

Himedik.com - Hari ginjal sedunia jatuh pada setiap tanggal 14 Maret. Nah, pada kesempatan kali ini, tak ada salahnya jika kita coba mengingat apa saja tanda-tanda penyakit ginjal.

Melansir dari ndtv, HiMedik sudah merangkum 10 tanda penyakit ginjal yang wajib kamu tahu.

1. Kelelahan, kekurangan energi dan sulit berkonsentrasi

Ketika ginjal tidak berkinerja sebagaimana mestinya, maka seseorang akan merasakan semua gejala ini. Kelemahan dan anemia juga merupakan tanda penyakit ginjal.

2. Kulit kering dan gatal

Ginjal melakukan fungsi membuang sisa limbah dan cairan ekstra dari tubuh. Organ ini juga membantu dalam pembentukan sel darah merah dan menjaga kekuatan tulang.

Ginjal juga bertanggung jawab atas pasokan mineral yang cukup dalam darah. Jika ginjal tidak berfungsi dengan baik, efeknya kulit akan kering dan gatal.

3. Sering buang air kecil

Gejala dari masalah ginjal adalah peningkatan frekuensi buang air kecil. Seseorang dengan masalah ginjal secara khusus akan merasa perlu buang air kecil lebih sering di malam hari.

Namun, sering buang air kecil juga bisa menjadi tanda infeksi saluran kemih dan pembesaran prostat pada pria.

4. Sulit tidur

Ketika ginjal tidak dapat menyaring dengan benar, racun tetap berada di dalam darah.

Ini bisa membuat seseorang sulit tidur nyenyak di malam hari. Penyakit ginjal kronis sering terjadi pada orang dengan obesitas.

5. Darah dalam urine

Sambil menyaring limbah dari darah untuk membuat urine, ginjal yang sehat menjaga sel-sel darah dalam tubuh.

Namun, ketika saringan ginjal rusak, sel-sel darah ini mulai bocor di urine. Darah dalam urin adalah tanda penyakit ginjal, infeksi dan batu ginjal.

Berita Terkait

Berita Terkini

info

Apa yang Terjadi pada Otak saat Putus Cinta?

Jika Anda merasa sakit fisik atau mengalami "sakit hati" setelah putus cinta, bisa jadi karena otak bereaksi terhadap situasi dengan cara yang sama ketika Anda terluka secara fisik.