Pembeli Pukul Penjual Pecel Lele di Bekasi, Lapar Buat Orang Mudah Marah?

Achmad Zunaidi (49) dipukul oleh pembeli karena dianggap lama dalam menyiapkan makanan.

Vika Widiastuti | Yuliana Sere
Rabu, 20 Maret 2019 | 17:15 WIB
Pembeli Pukul Penjual Pecel Lele di Bekasi, Lapar Buat Orang Mudah Marah?

Pembeli Pukul Penjual Pecel Lele di Bekasi, Lapar Buat Orang Mudah Marah?

himedik.com - Nasib nahas menimpa penjual pecel lele, Achmad Zunaidi (49). Ia dipukul oleh pembeli karena dianggap lama menyiapkan makanan.

Melansir dari Suara Jabar, peristiwa ini terjadi di Jalan Jatimakmur, Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (10/3/2019) lalu.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka parah pada wajah karena hantaman kayu balok.

Rasa lapar terkadang bisa memicu seseorang untuk marah bahkan bersikap agresif.

Melansir dari theconversation, peristiwa seperti ini dikenal sebagai hangry yakni, hungry (lapar) dan angry (marah).

Karbohidrat, protein, dan lemak dalam semua yang kamu makan dicerna menjadi gula sederhana (seperti glukosa), asam amino dan asam lemak bebas.

Ilustrasi marah. (pixabay)
Ilustrasi marah. (pixabay)

 

Nutrisi ini masuk ke aliran darah di mana mereka didistribusikan ke organ dan jaringan dan digunakan untuk energi.

Setelah makan terakhirmu, jumlah nutrisi yang beredar dalam aliran darah mulai berkurang. Jika kadar glukosa darah jatuh cukup jauh, otak akan menganggapnya sebagai situasi yang mengancam jiwa.

Tidak seperti kebanyakan organ dan jaringan lain di tubuh yang dapat menggunakan berbagai nutrisi untuk tetap berfungsi, otak sangat bergantung pada glukosa untuk melakukan tugasnya.

Baca Juga: Suntikkan Jus Buah ke Dalam Tubuh agar Sehat, Wanita Ini Hampir Meninggal

Ketergantungan otak pada glukosa dapat diperhatikan pada hal-hal sederhana seperti ketika kamu lapar dan kadar glukosa darah menurun.

Kamu mungkin merasa sulit berkonsentrasi, misalnya atau mungkin membuat kesalahan konyol, atau kamu mungkin telah memperhatikan bahwa kata-katamu menjadi kacau atau cadel.

Ilustrasi pria berteriak kesakitan - (Pixabay/Pezibear)
Ilustrasi pria berteriak. (Pixabay/Pezibear)

 

Alasan lain kelaparan terkait dengan kemarahan adalah karena keduanya dikendalikan oleh gen yang sama.

Produk dari salah satu gen tersebut adalah neuropeptide Y, hormon pada otak yang dilepaskan ke seluruh bagian otak ketika kamu lapar. Ini merangsang perilaku seseorang makan dengan rakus.

Selain bertindak di otak untuk mengendalikan rasa lapar, neuropeptida Y dan reseptor Y1 juga mengatur kemarahan atau agresi.

Sejalan dengan ini, orang-orang dengan neuropeptida Y cenderung menunjukkan tingkat agresi impuls yang tinggi.

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB