Info

Jalani Implan Payudara, Wanita Ini Nyaris Kehilangan Nyawanya

Case mengisahkan dirinya mengalami sakit kepala kronis, kehilangan nafsu makan, kaki mati rasa, kejang dan rambut rontok.

Vika Widiastuti

Ilustrasi operasi implan payudara. (unsplash)
Ilustrasi operasi implan payudara. (unsplash)

Himedik.com - Tak sedikit perempuan melakukan implan payudara untuk membesarkan payudara. Namun, tanpa disadari prosedur tersebut bisa berbahaya, jika penggunaannya sembarangan dan tak dilakukan oleh ahli yang tersertifikasi. 

Hal inilah yang dialami oleh seorang perempuan bernama Gabrielle Case asal Wilmington, North Carolina, Amerika Serikat (AS). Perempuan yang berprofesi sebagai binaragawan ini mengaku jika implan payudaranya hampir membunuhnya.

Case mengisahkan dirinya mengalami sakit kepala kronis, kehilangan nafsu makan, kaki mati rasa, kejang dan rambut rontok setelah memperbesar payudaranya dari ukuran cup A ke cup D. 

Dirinya memutuskan untuk memasang implan saline pada Mei 2015 karena payudaranya mulai kendur setelah menyusui kedua anaknya. 

Setelah pemasangan, Case mulai sering lupa atau kehilangan memori dan mengalami jerawat kistik. Dia berpikir bahwa ini disebabkan karena stres. 

Namun, Case mulai khawatir ketika gejala yang lebih serius mulai muncul selama satu setengah tahun berikutnya.

Ilustrasi puting payudara sakit. (suara)
Ilustrasi puting payudara sakit. (suara)

 

Meskipun dia tinggal di kota tempat dia dibesarkan, dia mengatakan otaknya tidak bekerja, membuatnya tersesat di jalan dan menangis.

Bahkan, Case mulai kesulitan bernafas sepenuhnya dan memiliki intoleransi gluten yang tiba-tiba yang membuat tubuhnya kembung dan menyebabkan sakit perut yang ekstrem. 

"Sepertinya saya berada di penjara hidup, yakni tubuh saya sendiri, jadi saya benar-benar tidak bisa melepaskan diri dari gejalanya," ungkap Gabrielle seperti Dilansir Suara.com dari Metro.

"Ada banyak malam yang saya pikir saya sedang sekarat. Dan jika saya tidak mati, saya bertanya-tanya apakah saya ingin mati karena gejala itu semakin buruk dan saya tidak ingin hidup," tambah dia lagi.

Awalnya ibu dua anak ini merasa kebingungan mengenai yang terjadi dengan dirinya. Bahkan Case menghabiskan lebih dari 50.000 dolar AS saat ke dokter untuk mendapatkan diagnosis. Beruntung, temannya mengingatkan, bahwa penyakitnya mungkin berhubungan dengan implannya.

Ilustrasi sakit perut karena menahan kentut. (shutterstock)
Ilustrasi sakit perut karena menahan kentut. (shutterstock)

 

Dia pun didiagnosis mengalami breast implant illness (BII) atau penyakit implan payudara yang menyebabkan tubuhnya menolak implan, karena dianggap sebagai benda asing dan menyerang dirinya sendiri. 

Karena itu, Case akhirnya membuang implan tersebut dan dalam 24 jam setelah implan tersebut dikeluarkan dia kembali sehat secara penuh.

Dia mengatakan masalah dengan implan payudara jauh lebih umum daripada yang disadari orang, tetapi ketika ada begitu banyak gejala, sulit untuk menentukan penyebabnya. 

"Jika seseorang mengatakan kepada saya bahwa hal seperti ini bisa terjadi, saya tidak akan melakukan ini. Saya bodoh karena terobsesi dengan payudara. Saya punya anak dan tubuh saya melakukan tugasnya," ujar dia. 

Meski Case sempat mengaku, menanam implan dilakukannya karena dirinya merasa tidak percaya diri saat bertemu pasangan baru, karena payudaranya yang memgendur setelah menyusui. 

"Sangat mudah untuk membujuk seorang perempuan agar tidak mengubah tubuh mereka sendiri. Anda memberi tahu mereka bahwa (kondisinya 100 persen aman dan baik-baik saja," tambahnya. (Suara.com/Dinda Rachmawati)

Berita Terkait

Berita Terkini