Info

Studi: Indra Penciuman Anjing Bisa Deteksi Kanker pada Manusia

Begini caranya anjing bisa membedakan orang menderita kanker atau tidak!

Vika Widiastuti

Ilustrasi anjing. (unsplash/@Nikolay Tchaouchev)
Ilustrasi anjing. (unsplash/@Nikolay Tchaouchev)

Himedik.com - Indra penciuman anjing memang terkenal tajam. Bahkan baru-baru ini sebuah studi mengungkapkan bahwa anjing bisa tahu sampel darah orang-orang yang menderita kanker dengan akurasi hampir 97 persen. Hal itu tentu melalui indra penciumannya.

Temuan ini seakan mengarah pada pendekatan skrining baru yang murah dan non-invasif untuk penyakit mematikan ini.

"Meskipun tidak ada obat untuk kanker, deteksi dini menawarkan harapan terbaik. Tes yang sangat sensitif untuk mendeteksi kanker dapat menyelamatkan ribuan nyawa dan mengubah cara penyakit ini diobati," kata ketua peneliti Heather Junqueira, di BioScentDx, sebuah perusahaan perawatan kesehatan yang berbasis di Amerika Serikat (AS).

Dilansir Suara.com dari The Health Site, untuk penelitian ini, tim menggunakan bentuk pelatihan clicker untuk mengajarkan empat anjing jenis Beagle untuk membedakan antara serum darah orang sehat dan sampel dari pasien dengan kanker paru-paru ganas.

Gejala seseorang menderita kanker yang sering disepelekan (Pexels/ Miguel Á. Padriñán)
Gejala seseorang menderita kanker yang sering disepelekan (Pexels/ Miguel Á. Padriñán)

 

Meskipun satu anjing beagle yang bernama Snuggles tidak meresponnya, tiga anjing beagle lainnya berhasil mengidentifikasi sampel serum darah pasien kanker paru-paru dengan benar 96,7 persen kali dan sampel normal 97,5 persen kali.

"Hal ini sangat menarik karena membuka jalan untuk penelitian lebih lanjut di sepanjang dua jalur, yang keduanya dapat mengarah pada alat pendeteksi kanker baru," kata Junqueira.

"Salah satunya menggunakan deteksi melalui indera penciuman anjing sebagai metode skrining untuk kanker, dan yang lainnya adalah untuk menentukan senyawa biologis yang dideteksi anjing dan kemudian merancang tes skrining kanker berdasarkan pada senyawa itu," katanya lagi.

Hasilnya akan dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Society for Biokimia dan Biologi Molekuler di Florida. Tim penelitian berencana untuk menggunakan deteksi penciuman anjing untuk mengembangkan cara skrining non-invasif untuk kanker dan penyakit yang mengancam jiwa lainnya. (Suara.com/Dinda Rachmawati)

Berita Terkait

Berita Terkini