Sinar Biru Ponsel Picu Kerusakan Mata hingga Kebutaan? Ini Kata Peneliti

Sinar biru yang dipancarkan mata disebut-sebut dapat menyebabkan gangguan mata termasuk kebutaan, benarkah?

Vika Widiastuti
Minggu, 14 April 2019 | 08:45 WIB
Sinar Biru Ponsel Picu Kerusakan Mata hingga Kebutaan? Ini Kata Peneliti

Sinar Biru Ponsel Picu Kerusakan Mata hingga Kebutaan? Ini Kata Peneliti

himedik.com - Gawai tampaknya memang tak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari. Di samping kemudahan yang didapatkan melalui penggunaan gawai, tak jarang penelitian menyebut manfaat negatif untuk kesehatan mata. 

Sinar biru yang dipancarkan mata disebut-sebut dapat menyebabkan gangguan mata termasuk kebutaan. Namun disampaikan David Ramsey, Direktur Riset Kedokteran Mata di Lahey Hospital and Medical Centre sinar biru memang dapat kerusakan, tetapi hanya ketika berbagai sel dalam tubuh terpapar terlalu berlebihan.

"Perangkat elektronik, termasuk smartphone, tablet, TV LCD dan laptop memancarkan cahaya biru dalam jumlah yang normal sehingga tidak akan menimbulkan bahaya fisik pada retina," ujar David Ramsey.

Ilustrasi anak bermain gadget - (Pixabay/StockSnap)
Ilustrasi anak bermain gadget - (Pixabay/StockSnap)

 

Ramsey memastikan bahwa pihak industri sudah mematuhi aturan yang aman dalam memproduksi gawai. Selain itu, Ia mengatakan, tidak ada bukti yang mendukung penggunaan lensa penghalang sinar biru dapat melindungi kesehatan retina.

"Sedangkan perangkat elektronik yang dapat memancarkan cahaya biru intensitas tinggi antara lain senter kelas militer dan lampu genggam lainnya. Melihat langsung cahaya biru yang dipancarkan perangkat ini barulah dapat berpotensi berbahaya bagi mata," imbuhnya.

Meski Ramsey mengatakan bahwa sinar biru gawai tidak berbahaya bagi mata, namun ia memperingatjan bahwa paparan cahaya gawai bisa mengganggu jam sirkadian atau jam internal tubuh, yang kemudian menurunkan kualitas tidur Anda.

"Cahaya biru dari perangkat elektronik tidak akan meningkatkan risiko degenerasi makula atau membahayakan bagian mata lainnya. Namun, penggunaan perangkat ini dapat mengganggu jam tidur Anda," kata Ramsey menandaskan. (Suara.com/Firsta Nodia)

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB