Puasa Bantu Buang Racun dari Tubuh, Asalkan Jangan Lakukan Ini Saat Puasa

Ia mengimbau agar masyarakat tidak berlebihan ketika berbuka puasa

Vika Widiastuti
Minggu, 05 Mei 2019 | 07:00 WIB
Puasa Bantu Buang Racun dari Tubuh, Asalkan Jangan Lakukan Ini Saat Puasa

Puasa Bantu Buang Racun dari Tubuh, Asalkan Jangan Lakukan Ini Saat Puasa

himedik.com - Puasa memberikan beragam manfaat untuk tubuh, salah satunya yaitu membuang racuan di tubuh akibat makanan  tidak sehat, paparan polusi, istirahat yang kurang. 

Namun, yang perlu diperhatikan fungsi ini tak berjalan mulus jika seseorang kalap saat berbuka puasa.

Menurut ahli gizi Prof. Hardinsyah, MS, PhD yang juga Ketua PERGIZI Pangan Indonesia, puasa seharusnya dapat dijadikan momen emas untuk ibadah sambil detoks, mencegah dan menurunkan peradangan dan obesitas. Tapi hal itu bisa gagal karena makan berlebihan selama bulan puasa.

"Seharusnya puasa dapat menjadikan penduduk Iebih sehat dan Iebih hemat atau tidak boros. Tapi biasanya gagal karena seseorang kalap ketika berbuka puasa. Semua makanan dilahap karena lapar mata," kata Hardinsyah dalam temu media di Jakarta, Jumat (4/5/2019) diberitakan Suara.com.

Ilustrasi puasa (Shutterstock)
Ilustrasi puasa (Shutterstock)

 

Itu sebabnya Hardinsyah mengimbau agar masyarakat tidak berlebihan ketika berbuka puasa. Menurut dia, jadikan puasa sebagai latihan untuk menjaga pola makan. Layaknya 'cleaning service' tubuh butuh waktu untuk membersihkan diri dari segala racun yang bersemayan selama 11 bulan terakhir.

"Kalau tidak ada jeda maka cleaning service membersihkannya tidak maksimum. Jadi harus mampu mengendalikan diri agar proses detoksnya bekerja dengan baik," katanya.

Selain pada umat muslim, manfaat puasa, kata Hardinsyah juga bisa dirasakan oleh semua kalangan tak terbatas agama tertentu. Bahkan penelitian di negara barat juga menyoroti manfaat diet puasa atau fasting diet yang dapat berimplikasi positif pada pembuangan racun dari dalam tubuh.

"Di luar ada yang namanya fasting diet. Ada yang sekali seminggu. Ada yang dua kali seminggu. Fungsinya menahan diri dari jenis makanan dan minuman. Banyak bukti yang menunjukkan bahwa puasa hanya dengan mengurangi makan dan minum lebih dari 13 jam maka sel-sel kita melakukan proses pembersihan. Jadi bisa dirasakan semua orang manfaatnya," katanya menjelaskan. (Suara.com/Firsta Nodia)

Baca Juga: Benarkah Krim Perawatan dari Dokter Bikin Ketergantungan? Ini Kata Dokter

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB