Terjadi Lagi, Gemeretakkan Leher Sebabkan Seorang Pria Derita Stroke

Terdengar suara letusan saat pria itu meregangkan leher.

Galih Priatmojo | Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Senin, 06 Mei 2019 | 07:15 WIB
Terjadi Lagi, Gemeretakkan Leher Sebabkan Seorang Pria Derita Stroke

Terjadi Lagi, Gemeretakkan Leher Sebabkan Seorang Pria Derita Stroke

himedik.com - Stroke yang diakibatkan oleh kebiasaan menggemeretakkan leher kembali terjadi. Kali ini, kejadian itu menimpa seorang pria 28 tahun di Oklahoma, AS.

Mengutip dari Live Science, Jumat (3/5/2019), pria bernama Josh Hader itu sudah beberapa minggu merasa tak nyaman pada lehernya. Menurut Washington Post, Josh mengira bahwa peregangan leher mungkin akan membantu.

Namun, ketika meregangkan lehernya, dia mendengar suara mirip sebuah letusan.

Setelah itu, sisi kiri tubuh Josh mati rasa, dan dia tidak bisa berjalan lurus. Josh pun dilarikan ke UGD.

Ilustrasi stroke (Pixabay/VSRao)
Ilustrasi stroke (Pixabay/VSRao)

 

Menurut dokter, arteri di leher Josh robek dan ia mengalami stroke.

Hentakan di leher Josh rupanya menyebabkan robekan pada salah satu arteri utama lehernya. Kondisi ini dikenal dengan sebutan diseksi arteri leher dan dapat disebabkan oleh trauma tumpul pada leher.

Menurut Cleveland Clinic, diseksi arteri leher juga diketahui meningkatkan risiko stroke.

Stroke sendiri bisa terjadi jika gumpalan darah terbentuk di lokasi robekan dan menghalangi aliran darah ke otak. Meski jarang terjadi, stroke memang bisa menjadi dampak dari gemeretak leher, yang biasanya sampai menimbulkan bunyi 'krek'.

Baca Juga: Belum Pulih Stroke, Pablo Benua Ngaku Ingin Nyinyir dan Singgung Luna Maya

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB