Info

Studi Terbaru: Suplemen Makanan dan Vitamin Tidak Berefek pada Kesehatan

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan suplemen makanan dan vitamin ternyata tidak berdampak pada kesehatan.

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah

Ilustrasi suplemen (Pixabay/Bru-nO)
Ilustrasi suplemen (Pixabay/Bru-nO)

Himedik.com - Suplemen makanan dan multivitamin masih banyak dikonsumsi orang-orang. Tapi sayangnya sebuah studi terbaru membuktikan suplemen ini tidak berdampak apa-apa pada kesehatan.

Berdasarkan analisis data survei yang dikumpulkan dari lebih dari 27.000 orang selama periode enam tahun, studi yang didanai NIH menemukan, orang yang melaporkan mengonsumsi suplemen makanan memiliki risiko kematian yang sama dengan mereka yang mendapatkan nutrisi melalui makanan.

Terlebih lagi, manfaat harapan hidup terkait dengan asupan vitamin A, vitamin K, magnesium, seng, dan tembaga yang memadai terbatas pada konsumsi makanan.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Annals of Internal Medicine, dilansir dari directorsblog.nih.gov, ini menemukan beberapa bukti yang menunjukan bahkan ada suplemen tertentu yang mungkin berbahaya bagi kesehatan ketika dikonsumsi berlebihan.

Misalnya, orang yang mengonsumsi lebih dari 1.000 miligram kalsium tambahan per hari lebih mungkin meninggal karena kanker daripada mereka yang tidak.

Para peneliti, yang dipimpin oleh Fang Fang Zhang dari Universitas Tufts, Boston, menganalisis data survei dari puluhan ribu orang dewasa AS, usia 20 atau lebih, yang telah berpartisipasi dalam enam siklus tahunan Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional (NHANES) antara 1999-2000 dan 2009 -2010.

Ilustrasi suplemen dan vitamin. (Shutterstock)
Ilustrasi suplemen dan vitamin. (Shutterstock)

 

Hasilnya, para partisipan menjawab lebih dari setengah mengonsumsi suplemen makanan satu bulan sebelumnya dan hampir 40% melaporkan mengonsumsi multivitamin.

Selain suplemen yang dikonsumsi, para peneliti juga menilai nutrisi makanan yang mereka makan. Perhitungan itu menunjukkan lebih dari setengah partisipan memiliki asupan vitamin D, E, dan K yang tidak memadai, serta kolin dan kalium.

Selama masa penelitian, lebih dari 3.600 peserta studi meninggal. Kematian itu termasuk 945 yang disebabkan oleh penyakit kardiovaskular dan 805 disebabkan oleh kanker.

Dengan laporan kematian ini, peneliti menemukan penggunaan suplemen makanan tidak memiliki pengaruh terhadap ketahanan hidup.

Orang dengan asupan vitamin A, vitamin K, magnesium, seng, dan tembaga yang memadai lebih kecil kemungkinannya untuk mati. Namun, hubungan itu hanya berlaku untuk asupan gizi dari konsumsi makanan.

Orang yang melaporkan mengonsumsi lebih dari 1.000 miligram kalsium per hari lebih mungkin meninggal karena kanker. Ada juga bukti orang yang mengonsumsi vitamin D tambahan dengan dosis melebihi 10 mikrogram (400 IU) per hari tanpa kekurangan vitamin D lebih mungkin meninggal akibat kanker.

Tetapi penelitian ini masih memiliki beberapa keterbatasan, termasuk kesulitan dalam membedakan hubungan sebab akibat dan ketergantungan pada data yang dilaporkan sendiri.

Berita Terkait

Berita Terkini