Peneliti Sebut Kerap Makan Daging Olahan Tingkatkan Risiko Kanker Darah

Anak-anak yang terlalu sering makan hot dog sampai 12 kali sebulan lebih berisiko kanker darah.

Vika Widiastuti | Shevinna Putti Anggraeni
Minggu, 02 Juni 2019 | 09:00 WIB
Peneliti Sebut Kerap Makan Daging Olahan Tingkatkan Risiko Kanker Darah

Peneliti Sebut Kerap Makan Daging Olahan Tingkatkan Risiko Kanker Darah

himedik.com - Pola gaya hidup yang tidak sehat dan pola makan yang buruk disebut bisa menjadi faktor meningkatkan risiko kanker darah

Seorang ahli epidemiologi USC melaporkan dalam jurnalnya tentang penelitian kanker, dilansir dari latimes.com, anak-anak yang terlalu sering makan hot dog sampai 12 kali sebulan lebih berisiko kanker darah.

Begitu pula dengan anak-anak yang lahir dari ibu gemar mengonsumsi hot dog atau daging olahan lainnya selama masa kehamilan.

Anak dalam kandungan akan berisiko 2 kali lebih besar terkena tumor otak dan leukemia atau kanker darah.

Para peneliti di University of Minnesota bersama National Cancer Institute pun berusaha mencari tahu hubungan kebiasaan makan hot dog dengan tingginya risiko kanker darah.

Kanker darah (Shutterstock)
Kanker darah (Shutterstock)

Mereka menyatakan kandungan nitrit untuk mengawetkan daging olahan itulah yang memicu kanker darah. Sebab, nitrit dikonversikan dalam tubuh menjadi nitrosamin yang sangat karsinogenik.

Fakta ini telah dibuktikan pada hewan bahwa kandungan nitrit yang masuk ke dalam tubuh dapat menyebabkan kanker darah. Penelitian juga menunjukkan senyawa ini bisa menyebabkan kerusakan DNA yang menjadi awal mula kanker darah karena sifatnya yang karsinogenik.

Namun, para peneliti juga tidak menyarankan agar orang berhenti mengonsumsi daging olahan maupun hot dog.

Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi makan hot dog. (Sumber: Shutterstock)

Dilansir dari cancertherapyadvisor.com, Food and Drug Administration AS pun menganggap bahwa natrium nitrat dan nitrit dalam makanan tidak akan menimbulkan bahaya selama dikonsumsi dalam batas wajar.

Selain itu, Badan Perlindungan Lingkungan telah menetapkan kadar kontaminan nitrat dan nitrit maksimum yang dapat diterima dalam air minum. 

Baca Juga: Ani Yudhoyono Meninggal Karena Kanker Darah, Perokok Berisiko Menderita Ini

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB