Ayah Dewi Perssik Meninggal karena Diabetes, Begini Cara Mendiagnosisnya

Salah satu penyakit yang diderita ayah Dewi Perssik sebelum meninggal adalah diabetes. Ketahui cara mendiagnosisnya sebelum terlambat.

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
Senin, 10 Juni 2019 | 14:00 WIB
Ayah Dewi Perssik Meninggal karena Diabetes, Begini Cara Mendiagnosisnya

Ayah Dewi Perssik Meninggal karena Diabetes, Begini Cara Mendiagnosisnya

himedik.com - Ayah Dewi Perssik dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (9/6/2019) ini setelah beberapa bulan berjuang melawan kencing manis, penyakit ginjal serta paru-paru.

Menurut suami Depe, Angga Wijaya, Muchammad Aidil meninggal pada pukul 14.45 WIB di Rumah Sakit Siloam, Semanggi, Jakarta Selatan.

Dewi Perssik yang begitu menyayangi sang ayah disebut masih setia mendampingi di rumah sakit.

"Depe (panggilan akrab Dewi Perssik) masih di atas dampingi terus. Semua sudah ikhlas, terima kasih ya teman-teman," tutur Angga Wijaya.

Ayah Dewi Perssik sukses menjalani operasi. [Instagram]
Ayah Dewi Perssik sukses menjalani operasi. [Instagram]

Berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kencing manis, atau diabetes, merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah (atau gula darah), yang menyebabkan kerusakan serius pada jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, dan saraf.

Umumnya, diabetes yang pada orang dewasa adalah diabetes tipe 2, yang terjadi ketika tubuh menjadi resisten terhadap insulin atau tidak menghasilkan cukup insulin.

Lalu bagaimana caranya kita mendiagnosis diabetes?

Melansir WebMD, ada 3 tes yang digunakan untuk mendiagnosis diabetes:

1. Tes glukosa plasma puasa, yang mengharuskan pasien tidak makan setidaknya selama 8 jam untuk mengukur kadar glukosa darah.

2. Tes toleransi glukosa oral, yang mengukur gula darah setelah berpuasa setidaknya 8 jam tanpa makan dan 2 jam setelah meminum minuman yang mengandung glukosa.

Baca Juga: Bisa Dibuat di Rumah, Ini 5 Minuman yang Baik untuk Pasien Diabetes!

3. Tes glukosa plasma acak, dokter akan memeriksa kadar gula dalam darah tanpa memperhatikan kapan pasien makan terakhir kali. Tes ini dilakukan bersamaan dengan penilaian gejala-gejala yang muncul.

Hasil tes positif harus dikonfirmasi dengan mengulangi tes glukosa plasma puasa atau tes toleransi glukosa oral pada hari yang berbeda.

Saat pertama kali didiagnosis menderita diabetes, dokter mungkin menyarankan tes autoantibody transporter 8 (ZnT8Ab).

Tes darah ini dapat membantu menentukan apakah pasien menderita diabetes tipe 1 dan bukan tipe lainnya. Tujuannya adalah diagnosis yang cepat dan akurat dan yang dapat mengarah pada perawatan yang tepat waktu.

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB