Info

Faktanya Setiap Tahun Manusia Menelan 52 Ribu Plastik, Ini Kata Peneliti!

Para peneliti mengungkap bahwa setiap hari manusia makan, minum dan menghirup plastik yang totalnya bisa mencapai puluhan ribu.

Vika Widiastuti | Shevinna Putti Anggraeni

Ilustrasi minum air dingin (shutterstock)
Ilustrasi minum air dingin (shutterstock)

Himedik.com - Sebuah studi baru dalam jurnal Environmental Science and Technology dilansir dari National Geographic US menyatakan manusia mengonsumsi hingga 52 ribu partikel mikroplastik per tahun.

Jumlah itu belum termasuk partikel mikroplastik yang dihirup manusia yang mencapai lebih dari 74 ribu per tahun.

Partikel mikroplastik adalah potongan plastik yang lebih kecil dari 5 milimeter. Tetapi, masih banyak yang lebih kecil dari itu dan hanya bisa dilihat menggunakan mikroskop.

Studi ini pun melakukan penelitian mengenai mikroplastik yang ditemukan dalam bir, garam, makanan laut, gula, alkohol dan madu.

Hasilnya partikel mikroplastik yang ada di dalam makanan mencapai 15 persen dari kalori yang dikonsumsi rata-rata orang.

Air kemasan dalam botol plastik di mobil. (shutterstock)
Ilustrasi air kemasan dalam botol plastik. (shutterstock)

 

Peneliti juga meninjau jumlah partikel mikroplastik yang terdapat dalam air dan udara sekitar. Mereka menemukan air kran mengandung 4 ribu partikel mikroplastik.

Sedangkan orang yang mungkin sering minum air kemasan setidaknya telah menelan 90 ribu partikel mikroplastik.

Dalam kondisi ini para ilmuwan masih belum yakin partikel mikroplastik tersebut memberikan dampak buruk bagi kesehatan manusia atau tidak.

Namun, studi dari King's College di London beranggapan bahwa partikel mikroplastik yang menumpuk bisa menjadi racun yang merusak sistem kekebalan tubuh dan keseimbangan usus manusia.

Salah satu cara untuk melindungi diri dari kondisi tersebut dengan mengubah gaya hidup. Contohnya berhenti minum air kemasan dan jangan menggunakan tempat minum berbahan dasar plastik.

Karena kondisi ini bisa saja terjadi karena polusi udara akibat penggunaan plastik yang terlalu tinggi lalu berdampak pada kesehatan diri sendiri.

Berita Terkait

Berita Terkini