Ilustrasi termometer. (Pixabay/Opal)
Himedik.com - Hingga kini, banyak banyak orang menggunakan termometer yang biasa diletakkan di ketiak untuk mengukur suhu tubuh. Perlu diketahui bahwa sebenarnya termometer ini berbahaya karena mengandung merkuri.
Banyak orang menggunakan termometer kaca karena membacanya lebih mudah. Tetapi, risiko penggunaannya tentu lebih besar jika termometer rusak atau jatuh dan pecah.
Jika Anda melihat, ada cairan perak di termometer itu yang disebut cairan merkuri. Penelitian mengungkap cairan merkuri ini bisa berbahaya jika tertelan atau terkena seseorang.
Melansir dari Poison Control, jika cairan merkuri itu terkena kulit atau masuk ke dalam mulut, bisa menyebabkan iritasi ringan atau sensasi terbakar.
Cairan merkuri yang masuk ke dalam mata juga bisa menyebabkan iritasi selama 15-20 menit.
Begitu pula jika menghirup uapnya. Itu bisa menyebabkan batuk, sakit tenggorokan, kesulitan bernapas, nyeri dada, muntah, dan sakit kepala.

Apabila tumpahan merkuri tidak segera dibersihkan, uap ini dalam konsentrasi rendah mungkin tidak akan menyebabkan efek samping secara langsung.
Meski begitu, paparan uap jangka panjang yang berulang bisa menyebabkan masalah seperti gemetar, sulit berjalan, lemah, sakit kepala, radang gusi, kulit merah hingga kehilangan nafsu makan.

EPA merekomendasikan langkah-langkah pembersihan berikut ini jika termometer air raksa Anda pecah.
Bagaimana? Adakah di antara Anda yang masih menggunakan termometer kaca?
Baca Juga: Suka Olahraga Malam, Apakah Benar Lebih Sehat?