Tidak Pacaran saat Remaja Rupanya Memiliki Dampak Baik

Remaja yang tidak pacaran pun dilihat memiliki keterampilan sosial yang lebih baik.

Yasinta Rahmawati
Senin, 30 Desember 2019 | 16:00 WIB
Tidak Pacaran saat Remaja Rupanya Memiliki Dampak Baik

Tidak Pacaran saat Remaja Rupanya Memiliki Dampak Baik

himedik.com - Berpacaran atau berkencan selama masa remaja dianggap sebagai cara penting bagi kaum muda untuk membangun identitas diri bahkan agar terlihat keren. Namun penelitian baru dari University of Georgia telah menemukan bahwa tidak pacaran bisa menjadi pilihan yang sama bermanfaatnya bagi remaja.

Studi yang dipublikasikan secara online di The Journal of School Health, menemukan bahwa remaja yang tidak pacaran atau berkencan selama sekolah pertama maupun atas memiliki keterampilan sosial yang baik dan depresi rendah. Bahkan bernasib lebih baik atau setara dengan teman sebaya yang berkencan.

"Mayoritas remaja telah memiliki beberapa jenis pengalaman romantis pada usia 15 hingga 17 tahun, atau remaja pertengahan," kata Brooke Douglas, seorang mahasiswa doktoral dalam promosi kesehatan di College of Public Health UGA dan penulis utama studi tersebut.

Dilansir dari Science Daily, untuk melakukan ini, Douglas dan rekan penulis studi Pamela Orpinas memeriksa siswa kelas 10. Mereka disuruh melaporkan tidak atau jarang kencan selama periode tujuh tahun dan dibandingkan dengan keterampilan emosional maupun sosial dari teman sebaya mereka yang lebih sering berkencan.

Mereka menganalisis data yang dikumpulkan selama studi 2013 yang dipimpin oleh Orpinas, dengan obyek remaja Georgia Timur Laut dari kelas enam hingga kelas 12.

Aturan saat mulai pacaran. [shutterstock]
Aturan saat mulai pacaran. [shutterstock]

Setiap musim semi, siswa menunjukkan apakah mereka berkencan dan melaporkan sejumlah faktor sosial serta emosional. Termasuk hubungan positif dengan teman, di rumah dan di sekolah, gejala depresi serta pikiran untuk bunuh diri.

Guru-guru mereka menyelesaikan kuesioner yang menilai perilaku setiap siswa di bidang-bidang yang mencakup keterampilan sosial, kepemimpinan dan tingkat depresi.

Hasilnya menunjukkan, siswa yang tidak berpacaran memiliki keterampilan interpersonal yang serupa atau lebih baik daripada rekan-rekan mereka yang lebih sering berkencan.

Sementara skor hubungan positif yang dilaporkan sendiri dengan teman-teman, di rumah dan di sekolah tidak berbeda antara teman yang berkencan dan tidak.

Guru menilai siswa yang tidak berkencan secara signifikan lebih tinggi untuk keterampilan sosial dan keterampilan kepemimpinan daripada teman mereka yang berkencan.

Baca Juga: Wanita Ini Koma Akibat Krim Pemutih Wajah, Ternyata Mengandung Merkuri

Ilustrasi pacaran [pixabay]
Ilustrasi pacaran [pixabay]

Siswa yang tidak berkencan juga cenderung lebih rendah mengalami depresi. Skor guru pada skala depresi secara signifikan lebih rendah untuk kelompok yang melaporkan tidak ada kencan. Selain itu, proporsi siswa yang melaporkan diri sendiri sedih atau putus asa secara signifikan lebih rendah dalam kelompok ini juga.

"Singkatnya, kami menemukan bahwa siswa yang tidak berpacaran baik-baik saja dan hanya mengikuti lintasan perkembangan yang berbeda dan sehat daripada teman kencan mereka," kata Orpinas, seorang profesor dan pelaku kesehatan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa remaja memang memiliki kebebasan individu untuk memilih apakah mereka ingin berkencan atau tidak. Dan bahwa opsi mana pun dapat diterima dengan pikiran sehat.

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB