Awas Penyakit Kencing Tikus saat Banjir, Seperti Ini Gejalanya!

Penyakit kencing tikus cukup rentan terjadi selama bencana banjir, terutama setelah air surut.

Angga Roni Priambodo | Shevinna Putti Anggraeni
Selasa, 07 Januari 2020 | 14:53 WIB
Awas Penyakit Kencing Tikus saat Banjir, Seperti Ini Gejalanya!

Awas Penyakit Kencing Tikus saat Banjir, Seperti Ini Gejalanya!

himedik.com - Leptospirosis atau kencing tikus termasuk penyakit menular yang rentan menjangkir korban banjir. Penyakit ini disebut kencing tikus karena ditularkan melalui hewan, yang paling umum tikus.

Hewan membawa bakteri penyebab penyakit kencing tikus itu melalui kotoran dan air kencingnya. Penyakit kencing tikus ini dapat menular dari hewan ke manusia ketika seseorang memiliki luka pada kulit lalu bersentuhan dengan air atau tanah yang terkontaminasi kencing tikus.

Beberapa bakteri yang menyebabkan leptospirosis ini dapat berkembang menjadi penyakit weil atau meningitis yang berakibat fatal. Kondisi ini biasanya tidak menular dari satu orang ke orang lainnya.

Adapun gejala seseorang menderita penyakit kencing manis, seperti yang dilansir dari cdc.gov, antara lain demam tinggi, sakit kepala, panas dingin, nyeri otot, muntah, mata merah, penyakit kuning, sakit perut, diare dan ruam.

Banyak dari gejala penyakit kencing tikus ini disalahartikan sebagai penyakit lain. Selain itu, beberapa orang yang terinfeksi mungkin tidak memiliki gejala sama sekali.

Gubernur Anies Baswedan saat bertemu korban banjir Jakarta di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (2/1/2020). (Suara.com/Fakhri Fuadi)
Gubernur Anies Baswedan saat bertemu korban banjir Jakarta di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (2/1/2020). (Suara.com/Fakhri Fuadi)

Umumnya, orang akan mulai mengalami gejalanya setelah 2 hingga 4 minggu terkena paparan. Penyakit ini biasa terjadi tiba-tiba dengan demam dan gejala lainnya. Adapun dua fase terjadinya leptosprirosis atau kencing tikus:

  1. Setelah fase pertama (dengan demam, kedinginan, sakit kepala, nyeri otot, muntah, atau diare) pasien dapat pulih untuk sementara waktu tetapi akan sakit kembali.
  2. Jika fase kedua terjadi, itu lebih parah. Orang tersebut mungkin mengalami gagal ginjal atau hati atau meningitis.

Umumnya, penyakit kencing tikus ini berlangsung beberapa hari hingga 3 minggu atau lebih. Tanpa pengobatan, pemulihan orang dengan penyakit kencing tikus mungkin menghabiskan waktu berbulan-bulan.

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB