Sejumlah Korban Banjir Meninggal karena Hipotermia, Waspadai Gejalanya

Sejumlah korban banjir Jabodetabek meninggal dunia, beberapa diantaranya meninggal akibat hipotermia.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni
Selasa, 07 Januari 2020 | 14:54 WIB
Sejumlah Korban Banjir Meninggal karena Hipotermia, Waspadai Gejalanya

Sejumlah Korban Banjir Meninggal karena Hipotermia, Waspadai Gejalanya

himedik.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bencana banjir yang melanda Jabodetabek telah menelan 43 korban jiwa meninggal dunia per Jumat (3/1/2020) pukul 09.00 WIB. Menurut catatan, sebanyak 3 orang di antaranya meninggal dunia akibat hipotermia.

Hipotermia salah satu penyakit yang rentan menyerang korban banjir, terutama pada anak-anak yang terlalu lama terperangkap banjir. Kondisi ini terjadi ketika suhu tubuh turun di bawah tingkat yang aman dan bisa berakibat fatal.

Dalam kondisi sehat, dilansir dari medicalnewstoday.com, tubuh mempertahankan suhunya relatif stabil sekitar 37 derajat celcius. Jika lingkungan terlalu dingin atau tubuh tidak mampu menghasilkan panas yang cukup, suhu inti bisa turun dan terjadi hipotermia.

Ketika hipotermia mulai terjadi, seseorang akan lebih sulit berpikir, bergerak dan mengambil tindakan pencegahan. Kondisi ini berbahaya karena situ orang yang memiliki hipotermia tidak akan berusaha untuk menjaga diri mereka tetap hangat dan aman.

Jika orang hipotermia sudah berhenti menggigil, hal ini justru menandakan bahwa kondisi mereka semakin memburuk. Seseorang berisiko berbaring, tertidur, dan sekarat.

Banjir di Panjaringan. (Antara)
Banjir di Panjaringan. (Antara)

Adapun gejala hipotermia yang paling umum, antara lain

  1. Menggigil berlebihan
  2. Napas melambat
  3. Bicara melambat
  4. Kecanggungan
  5. Kebingungan

Seseorang yang memiliki kelelahan berlebihan, denyut nadi lemah atau tidak sadar juga bisa menjadi tanda hipotermia. Perawatan medis pada orang dengan hipotermia sangat diperlukan segera untuk mencegah komplikasi.

Semakin lama orang menunggu perawatan medis, makan makin banyak kemungkinan munculnya komplikasi akibat hipotermia, seperti yang dilansir dari healthline.com berikut ini:

  1. Radang dingin atau kematian jaringan yang merupakan komplikasi paling umum ketika jaringan tubuh membeku.
  2. Chilblains atau kerusakan saraf dan pembukuh darah
  3. Gangren atau kerusakan jaringan
  4. Parit kaki, yang merupakan penghancuran saraf dan pembuluh darah dari perendaman air.

Dalam kasus yang lebih serius, hipotermia berat bisa menyebabkan kematian.

Baca Juga: Minum Air Rendaman Cengkeh Setiap Hari, Ini 5 Manfaat Kesehatannya

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB