Jamak Digunakan, Ini Definisi Psikopat dalam Sudut Pandang Klinis

Menurut terapis, sebenarnya psikopat tidak memiliki definisi apapun dalam sudut pandang klinis.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Sabtu, 18 Januari 2020 | 07:00 WIB
Jamak Digunakan, Ini Definisi Psikopat dalam Sudut Pandang Klinis

Jamak Digunakan, Ini Definisi Psikopat dalam Sudut Pandang Klinis

himedik.com - Beberapa waktu yang lalu, media nasional maupun internasional dihebohkan dengan kasus Reynhard Sinaga. Seorang pelaku pelecehan seksual terhadap ratusan pria di Inggris.

Banyak orang yang menyebut Reynhard adalah seorang psikopat, termasuk penyidik. Meski jamak digunakan, kata psikopat sendiri sebenarnya tidak menggambarkan kondisi medis yang sebenarnya.

"Orang-orang menggunakan kata 'psikopat' dalam bahasa sehari-hari untuk menggambarkan seseorang yang perilakunya menentang norma-norma sosial dan pemahaman kovensional tentang benar dan salah," ujar terapis dari Manhattan, Kelly Scott, dikutip dari Insider.

Dalam sudut pandang klinis, Scott mengungkap bahwa kata psikopat tidak berarti apapun. Artinya, meskipun psikopat menggambarkan seseorang yang memiliki penyakit mental, kata itu sendiri bukanlah diagnosis resmi, dikutip dari Healthline.

Reynhard Sinaga, WNI yang perkosa ratusan pria di Inggris (ist)
Reynhard Sinaga, WNI yang perkosa ratusan pria di Inggris (ist)

Scott mengatakan, diagnosis terdekat yang mencerminkan representasi stereotip psikopat dalam budaya populer adalah gangguan kepribadian antisosial atau antisocial personality disorder (ASPD).

Berdasarkan Mayo Clinic, ASPD merupakan gangguan mental yang menyebabkan orang tidak menghargai nilai benar atau salah, empati atau kesejahteraan orang lain.

Meski orang dengan ASPD menunjukkan perilaku yang tidak sehat, dan bahkan toksik, mereka sangat karismatik dan pandai berpura-pura berempati.

Scott mengatakan, orang dengan ASPD lebih cenderung menipu dan terlibat dalam kejahatan terorganisir karena kurangnya kepedulian dalam menyakiti atau melukai orang lain.

Memang cukup sulit mendeteksi gejala yang mendasari ASPD karena orang dengan kondisi ini dapat terlihat menarik, penuh perhatian, bahkan bijaksana. Maka dari itu, perlu pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga: Penyidik Sebut Reynhard Sinaga Psikopat, Seperti Apa Cirinya?

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB