Tangani Virus Corona Wuhan, Pakar Gunakan Obat HIV pada Pasien

Keputusan menggunakan obat HIV datang setelah seorang pakar pernapasan terkemuka di Rumah Sakit Peking di Beijing menggunakannya untuk mengobati dirinya sendiri.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Rabu, 29 Januari 2020 | 19:00 WIB
Tangani Virus Corona Wuhan, Pakar Gunakan Obat HIV pada Pasien

Tangani Virus Corona Wuhan, Pakar Gunakan Obat HIV pada Pasien

himedik.com - Hingga Selasa (28/1/2020), tercatat sudah lebih dari kasus 100 kematian dan lebih dari 4000 kasus orang terinfeksi virus corona Wuhan yang sedang ditangani di seluruh daratan China. 

Demi menekan penyebaran wabah ini, otoritas kesehatan China telah melakukan segala cara. Salah satunya dengan beralih ke obat HIV yang dikembangkan oleh AbbVie. 

AbbVie mengatakan pihaknya telah menyumbang Aluvia senilai lebih dari satu juta dolar. Kombinasi dari obat lopinavir dan ritonavir ini digunakan sebagai pengobatan sementara untuk penyakit dari 2019-nCoV ini.

Dilansir Biospace, otoritas kesehatan China minggu lalu telah menyarankan untuk mengonsumsi dua pil lopinavir/ritonavir dan mengirup alfa-interferon dosis dua kali sehari bagi pasien.

Keputusan untuk menggunakan obat HIV ini datang setelah seorang pakar pernapasan terkemuka di Rumah Sakit Peking di Beijing, Wan Guangfa, mengatakan dia diberikan obat tersebut setelah kunjungannya ke Hubei, Wuhan.

Virus corona atau coronavirus. (Shutterstock)
Virus corona atau coronavirus. (Shutterstock)

Ia terinfeksi virus corona setelah berinteraksi dengan pasien dan mengungkapkan pada China News Week bahwa pengobatannya dengan obat HIV berhasil padanya.

Aluvia (lopinavir/ritonavir) dianggap sebagai pengobatan potensial untuk virus corona karena kemampuannya memblokir protease (sejenis enzim) yang perlu direplikasi oleh virus dalam tubuh manusia.

Obat AbbVie ini juga sebelumnya telah diuji pada pasien dengan SARS dan MERS, penyakit yang juga disebabkan oleh virus serupa.

Saat ini diketahui ilmuwan tengah mengembangkan vaksin untuk melawan wabah virus corona Wuhan ini. Meski mereka mengatakan kemungkinan pembuatannya membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Baca Juga: Peneliti Ungkap Virus Corona Lebih Sulit Ditangani dari SARS dan Ebola!

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB