Info

Pakai Hand Sanitizer untuk Cegah Penularan Virus Corona, Ampuhkah?

Ahli menemukan hand sanitizer tidak lebih kuat daripada cuci tangan pakai sabun dan air untuk mencegah penularan virus corona.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni

Ilustrasi wanita memakai hand sanitizer (Suara.com/Shutterstock)
Ilustrasi wanita memakai hand sanitizer (Suara.com/Shutterstock)

Himedik.com - Cuci tangan menjadi salah satu cara melindungi diri dari penularan virus corona Wuhan. Banyak pula orang yang menggunakan hand sanitizer untuk menambah perlindungannya.

Tetapi, apakah penggunaan hand sanitizer sudah cukup melindungi kita dari virus corona Wuhan? Apakah cara kerja hand sanitizer ini sama halnya dengan tisu antiseptik?

Menurut dr. Kalisvar Marimuthu, konsultan penyakit menular senior di National Center for Infectious Diseases (NCID), dilansir oleh Asia One, cara terbaik melindungi diri dari virus corona adalah mencuci tangan dengan sabun dan air.

Hal itu karenasabun dan air bisa mengurangi jumlah kuman yang menempel di tangan. Jadi, sering mencuci tangan dan menjaganya tetap bersih bisa membantu melindungi diri dari virus corona.

Namun, orang juga bisa menggunakan hand sanitizer untuk membunuh kuman di tangan jika tidak bisa mencuci tangan pakai sabun dan air. Karena, hand sanitizer mengandung 60 persen alkohol yang bisa membunuh kuman di tangan.

membersihkan tangan dengan tisu basah (shutterstock)
membersihkan tangan dengan tisu basah (shutterstock)

Supaya lebih efektif, gosokan hand sanitiser di seluruh tangan selama 20 detik dan biarkan mengering secara alami.

Hand sanitizer dengan kandungan 60-95 persen alkohol membersihkan jauh lebih baik daripada mengandung sedikit alkohol. Namun, Pusat Pengendalian dan Pencegah Penyakit Amerika Serikat berpendapat kalau hand sanitizer tidak membersihkan kuman di tangan lebih baik daripada cuci tangan pakai air dan sabun.

Selain hand sanitizer, ada pula tisu basah antiseptik. Dokter Marimuthu mengatakan, Anda tidak bisa menggunakan tisu antiseptik untuk membersihkan tangan agar terhindar dari virus corona. Sebab, tisu basah ini digunakan untuk membersihkan permukaan lingkungan.

Seorang ahli virologi dari Queen Mary University of London juga melakukan penelitian pada tisu basah beberapa tahun lalu. Mereka menemukan bahwa penggunakan tisu basah justru tidak membantu menghilangkan kuman, tetapi menyebarkannya.

Supaya efektif, Anda perlu menggunakan tisu basah antiseptik dengan kandungan alkohol setidaknya 40 persen dan harus dibuang setelah mengering.

Berita Terkait

Berita Terkini

info

Apa yang Terjadi pada Otak saat Putus Cinta?

Jika Anda merasa sakit fisik atau mengalami "sakit hati" setelah putus cinta, bisa jadi karena otak bereaksi terhadap situasi dengan cara yang sama ketika Anda terluka secara fisik.