Diagnosis Cukup Rumit, Bagaimana Mengetahui Mengidap Radang Usus Buntu?

Usus buntu jika tidak segera diobati, akan menyebabkan pembengkakan dan akhirnya pecah.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Jum'at, 07 Februari 2020 | 15:00 WIB
Diagnosis Cukup Rumit, Bagaimana Mengetahui Mengidap Radang Usus Buntu?

Diagnosis Cukup Rumit, Bagaimana Mengetahui Mengidap Radang Usus Buntu?

himedik.com - Mendiagnosis sakit radang usus buntu atau dalam istilah medis adalah apendisitis, bisa menjadi rumit. Sebab, gejalanya sering samar atau sangat mirip dengan penyakit lainnya, seperti infeksi kandung kemih, kolitis, penyakit Crohn, gastritis hingga gastroenteritis.

Untuk mengetahuinya, kemungkinan dokter akan menekan lembut bagian perut kanan bawah dan menunggu apakah hal ini menyebabkan rasa sakit.

Dokter juga akan melakukan tes CT Scan atau ultrasound untuk melihat bagian perut pasien. Selain cara ini, ada juga tes lainnya untuk meyakinkan diagnosisnya.

Secara umum, apendisitis merupakan peradangan pada usus buntu, sebuah kantong berbentuk jari yang menonjol dari usus besar di sisi kanan bawah perut, menurut Mayo Clinic.

Ilustrasi Anak Sakit Perut. (Shutterstock)
Ilustrasi Anak Sakit Perut. (Shutterstock)

Itulah mengapa saat menderita usus buntu bagian kanan bawah perut Anda akan sakit. Namun, pada kebanyakan orang, rasa sakit dimulai di sekitar pusar dan kemudian menyebar secara bertahap, seperti nyeri tumpul, lalu kram, dan berakhir nyeri di seluruh perut.

Dilansir Very Well Health, penyakit ini terjadi akibat usus buntu tersumbat oleh cairan yang merupakan hasil dari infeksi.

Jika usus buntu tidak segera diobati, akan menyebabkan pembengkakan dan akhirnya pecah. Isi yang bocor ini akan menginfeksi seluruh perut dan dapat berakibat fatal.

Siapapun dapat menderita radang usus buntu, paling sering terjadi pada orang berusia antara 10 hingga 30 tahun.

Pengobatan standar dari kondisi ini adalah pengangkatan usus buntu secara bedah atau operasi.

Baca Juga: Awas, Lift Bisa Jadi Perantara Penularan Virus Corona

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB