Virus Corona Menyebar Melalui Udara, Pakar Singapura: Belum Ada Bukti

Meski begitu pakar Singapura tidak menampik adanya aerosolisasi virus, melihat pengaturan medis selama ini.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Kamis, 13 Februari 2020 | 07:00 WIB
Virus Corona Menyebar Melalui Udara, Pakar Singapura: Belum Ada Bukti

Virus Corona Menyebar Melalui Udara, Pakar Singapura: Belum Ada Bukti

himedik.com - Pada Sabtu (8/2/2020) lalu, komisi kesehatan Shanghai mengumumkan virus corona Wuhan dapat menular melalui aerosol atau udara dalam sebuah konferensi pers di Shanghai.

Aerosol pada dasarnya adalah partikel kecil tempat tetesannya menguap dan dapat bertahan di udara untuk waktu yang lama, menurut Mount Sinai Hospital.

Zeng pun menyarankan warga China untuk mengambil tindakan pencegahan dengan membatalkan semua kegiatan sosial dan pertemuan, membuka jendela untuk menjaga sirkulasi udara dan mendesinfeksi rumah.

Tetapi, Wang Linfa, yang merupakan direktur program penyakit menular di Duke-NUS Medical School, mengatakan dirinya tidak menganggap pengumuman tersebut sebagai sesuatu yang sangat serius.

Ia akan menunggu sampai sebuah makalah ilmiah yang menunjukkan bukti jelas mengenai transmisi aerosol terbit, tuturnya dalam sebuah konferensi pers yang diadakan pada Senin (10/2/2020) di Singapura.

"Mereka tidak mengatakan bagaimana mereka mendapat kesimpulan tersebut, dan beberapa banyak orang yang telah menyebabkan transmisi aerosol," ujar Wang.

Virus Corona Wuhan (Suara.com/Shutterstock)
Virus Corona Wuhan (Suara.com/Shutterstock)

Frekuensi transmisi aerosol juga penting, katanya, dalam membangun respons. "Jika itu bisa terjadi dalam satu dari 10.000 kasus, itu buruk, tetapi kita tidak perlu khawatir," sambungnya, dilansir South China Morning Post.

Pendapat ini pun sama dengan yang dikatakan oleh Dr. Feng Fuzhao, seorang peneliti dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, pada Minggu (9/2/2020).

Dr. Feng mengatakan masyarakat tak perlu panik karena belum ada bukti yang menunjukkan virus baru dapat ditularkan melalui transmisi aerosol.

Direktur eksekutif Singapore's National Cantre for Infectious Diseases, Leo Yee-Sin, mengatakan cara penularan seperti ini akan membuat kondisi ini sangat menular dan menempatkannya pada tingkat yang sama dengan campak, cacar dan TBC.

Baca Juga: Maia Estianty Makan Kaviar Seharga Jutaan, Ternyata Ini Manfaatnya!

Jadi, menurutnya penyebaran melalui aerosol belum memiliki cukup bukti yang jelas.

Namun, jika melihat pengaturan medis, ia tidak mengesampingkan adanya aerosolisasi mengingat beberapa pasien virus corona harus diintubasi dan diberi oksigen. Itulah sebabnya, ia menambahkan, tenaga medis perlu melindungi diri dengan masker N95 dan peralatan pelindung lainnya.

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB