Info

China akan Beri 'Uang Simpati' ke Tenaga Medis Korban Corona Covid-19

'Uang simpati' tersebut berjumlah di bawah Rp10 juta.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah

Ilustrasi uang China Yuan. (Pixabay)
Ilustrasi uang China Yuan. (Pixabay)

Himedik.com - Banyak dari kalangan tenaga medis yang merawat pasien virus corona baru atau covid-19 ikut terinfeksi dan beberapa dokter dikabarkan meninggal setelahnya.

Bahkan, pada pertengahan Januari 2020 kemarin, diketahui ada sekitar 500 staf rumah sakit di Wuhan yang terinfeksi, dan masih ada 600 lagi yang saat itu diduga terinfeksi.

Sedangkan pekan lalu, pakerja medis yang terinfeksi sudah mencapai 1.700, dan enam petugas medis yang meninggal.

Sebagai pelipur lara keluarga yang ditinggalkan, pemerintah China telah mengusulkan sebuah langkah untuk mencoba dan mengkompensasi kerugian tersebut.

Namun sayangnya, usulan tersebut membuat marah sekelompok besar orang.

Virus corona (COVID-19) muncul dari permukaan sel manusia, credit: NIAID-RML
Virus corona (COVID-19) muncul dari permukaan sel manusia, credit: NIAID-RML

Dilansir World of Buzz, pemerintah China menawarkan 'uang simpati' kepada tenaga medis yang telah terinfeksi covid-19 dan keluarga yang ditinggalkan. Tenaga medis yang terinfeksi akan mendapatkan 3000 yuan atau sekitar Rp5,8 juta, dan kasus kematian mendapatkan 5000 yuan atau sekitar Rp9,7 juta.

Meski tujuan pemerintah kemungkinan baik, masyarakat China banyak yang berkomentar bahwa langkah ini tidak sensitif dan jumlah yang diberikan dinilai terlalu sedikit, "hampir seperti lelucon", kata mereka.

"Ini menyedihkan, aku paham ini adalah negara yang sangat besar dengan populasi yang besar juga, tapi seakan jumlah tersebut mendekati harga atas kehilangan yang dirasakan keluarga dan orang-orang terkasih mereka," komentar salah satu warganet di Facebook.

Dokter Li Wenliang, dokter China pertama yang memperingatkan bahaya virus corona. (Foto: Weibo/via BBC Indonesia)
Dokter Li Wenliang, dokter China pertama yang memperingatkan bahaya virus corona. (Foto: Weibo/via BBC Indonesia)

"Aku pikir ini adalah tindakan yang baik, tetapi ditempatkan dalam posisi yang salah dan tidak sensitif. Jujur saja, ini memalukan," tambah warganet lainnya.

Tetapi ada beberapa orang yang mengungkapkan setidaknya ada semacam dana kompensasi yang diberikan.

"Lebih baik ada sesutau daripada tidak sama sekali," ujar warganet lain.

Salah satu petugas medis yang telah meninggal adalah dokter Li Wenliang. Ia adalah orang pertama yang memperingatkan publik tentang virus corona baru, namun diperingatkan oleh polisi lantaran dianggap menyebar desas desus.

Berita Terkait

Berita Terkini