Super-spreader, Kunci Cepatnya Penyebaran Covid-19 di Korea Selatan

Seorang wanita berusia 61 tahun disebut sebagai super-spreader karena menginfeksi setidaknya 37 orang pekan lalu.

Yasinta Rahmawati
Jum'at, 28 Februari 2020 | 17:00 WIB
Super-spreader, Kunci Cepatnya Penyebaran Covid-19 di Korea Selatan

Super-spreader, Kunci Cepatnya Penyebaran Covid-19 di Korea Selatan

himedik.com - Virus corona baru atau Covid-19 terus menyebar luas di luar China. Korea Selatan pun menjadi salah satu negara dengan korban terinfeksi terbanyak. Dengan angka penyebaran yang tinggi dan super cepat, istilah super-spreader pun muncul.

Dikutip dari Independent, meskipun tidak secara ketat ditentukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), super-spreader umumnya diambil untuk merujuk pada pasien yang secara signifikan menginfeksi lebih banyak orang dengan penyakit daripada biasanya.

Sejauh ini, rata-rata dua atau tiga orang tertular untuk setiap satu pasien. Tetapi karena itu hanya rata-rata, tentu saja, beberapa akan menularkan lebih banyak.

Untuk kasus di Korea Selatan sendiri diyakini melibatkan anggota sebuah sekte keagamaan Shincheonji. Seorang anggota wanita berusia 61 tahun disebut super-spreader karena menginfeksi setidaknya 37 orang pekan lalu.

Dilansir dari Live Science, wanita itu mengalami demam pada 10 Februari dan menghadiri empat kebaktian gereja sebelum didiagnosis dengan Covid-19.

Ilustrasi Penyebaran Virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi Penyebaran Virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Meskipun mengalami demam, wanita itu dua kali menolak untuk diuji untuk virus corona , karena dia belum lama bepergian ke luar negeri, menurut The Guardian. Sejauh ini, dia dan 37 anggota gereja lainnya telah dites positif untuk virus corona baru dan 52 pengunjung gereja tambahan telah menunjukkan gejala infeksi tetapi belum diuji.

Pihak berwenang menggambarkan wabah itu sebagai "peristiwa penyebaran super," ketika seorang wanita yang sendirian menularkan infeksi ke sejumlah besar orang.

"Kami berada dalam krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Walikota Daegu Kwon Young-jin dalam konferensi pers minggu ini, lapor Reuters. "Kami telah meminta (semua anggota gereja) untuk tinggal di rumah, terisolasi dari keluarga mereka."

Pada hari Rabu (26/02/2020), South China Morning Post yang berbasis di Hong Kong melaporkan bahwa anggota Shincheonji telah mengadakan pertemuan di Wuhan, pusat penyebaran asli Covid-19, hingga Desember.

Ilustrasi virus Corona (Coronavirus) Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona (Coronavirus) Covid-19. (Shutterstock)

"Rumor tentang virus mulai beredar pada bulan November, tetapi tidak ada yang menganggapnya serius," kata seorang anggota gereja Shincheonji, seorang guru TK 28 tahun, kepada surat kabar itu.

Baca Juga: Wanita Ini Didiagnosis Corona Covid-19 Usai 8 Kali Hasil Tes Medis Negatif

Kelompok ultra-religius, yang didirikan oleh Lee Man-hee ini diketahui sangat tertutup sehingga anggota sering tidak memberi tahu teman dan keluarga bahwa mereka termasuk di dalamnya, termasuk anggota asing yang dilaporkan menyembunyikan perjalanan antara Korea Selatan dan negara asal mereka.

Dikutip dari Telegraph, otoritas kesehatan Korea Selatan telah mulai menguji sekitar 210.000 pengikut, tetapi kekhawatiran tetap ada bahwa sifat terselubung kelompok itu dapat mengarahkannya untuk mencoba dan menyembunyikan beberapa identitas.

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB